Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Selidiki Pencemaran Sumur di Bogor, Mulyanto Minta Pertamina dan BPH Migas Libatkan Polisi

Mulyanto

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto meminta Pertamina dan BPH Migas libatkan aparat penegak hukum menyelidiki kasus pencemaran sumur di Gunung Sindur, Bogor, karena ada dugaan sumber pencemaran sumur ini berasal dari tangki BBM ilegal yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Sebab, jelas Mulyanto, berdasarkan hasil pemeriksaan awal SPBU di sekitar lokasi kejadian tidak ditemukan kebocoran.

“Pertamina dan BPH Migas harus gerak cepat menyelidiki perkara ini. Bila perlu libatkan aparat penegak hukum untuk membantu penyelidikan. Sebab ada kemungkinan pencemaran ini berasal dari tangki BBM ilegal,” kata Mulyanto, Kamis (14/9/2023).

Mulyanto mengatakan BPH Migas dan Pertamina harus bekerjasama memecahkan masalah ini.

“Sebab, bila benar ada tangki ilegal yang bocor di tempat kejadian perkara maka dampaknya bukan hanya merugikan masyarakat karena tidak dapat memperoleh air bersih tapi berpotensi merusak lingkungan dan merugikan keuangan negara,” terang Wakil Ketua F-PKS DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan ini.

Karena itu, imbau Mulyanto, BPH Migas, Pertamina bersama Aparat Penegak Hukum harus intens terlibat dalam penuntasan kasus Ini.

“Bila perlu lakukan penyisiran yang lebih luas terhadap area pemeriksaan, sehingga secara definitif dapat ditemukan sumber pencemaran BBM terhadap 15 buah sumur warga tersebut,” tegas Anggota Baleg DPR RI ini.

Mulyanto berharap semua pihak terkait tidak menganggap remeh kejadian ini, karena belum diketahui penyebab pencemaran ini.

Akan tetapi, tambah Legislator asal Dapil Banten 3 ini, apabila melihat luas dan jumlah sumur yang tercemar maka diperkirakan jumlah BBM yang bocor cukup banyak.

“Kalau bocornya saja sudah sebanyak itu apalagi di tempat penampungan asalnya. Jangan-jangan jumlahnya bisa lebih besar. Dan setiap perusahaan atau perorangan yang menampung BBM dalam jumlah banyak harus memiliki izin khusus,” tandas Mulyanto. (Daniel)

Tinggalkan Balasan