Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Gerbong PT. Antam Kembali Dicecar: Calon Tersangka Skandal Emas Makin Mengerucut

Juga BC, IGS dan UBS Berulang Dicecar

JAKARTANEWS.ID-JAKARTA: Gerbong PT. Aneka Tambang (Antam) kembali diacak-acak oleh Kejaksaan Agung guna memastikan tersangka Skandal Emas.

Sejauh ini, belum dapat dipastikan siapa bakal dijadikan tersangka perkara pengelolaan kegiatan usaha komoditi emas, 2010 – 2022.

Namun, calon tersangka diduga sudah dikantongi dari pemeriksaan berulang terhadap Jajaran Antam, Pejabat Bea dan Cukai (BC) serta PT. Indah Golden Signature (IGS) dan PT. Untung Karya Bersama (UBS) belum lama ini.

Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana enggan mengomentari lebih jauh soal diperiksanya lagi Jajaran PT. Antam.

“Pemeriksaan dilakukan guna memperkuat pembuktian sekaligus membuat terang tindak pidana (guna menetapkan tersangka, Red),” katanya
diplomatis, Senin (18/9) malam.

Gerbong Antam yang diperiksa kali ini, adalah SA selaku Anggota Tim Audit IA dan MS (Asisten Manager).

Mengutip statement Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan dalam Raker dengan Jaksa Agung, Senin (14/6/2021) Antam adalah salah satu dari 8 Importir Emas dari Singapura senilai Rp47, 1 triliun.

Importir emas lainnya, PT. Jardin Trako Utama, PT. Lotus Lingga Pratama, PT. Royal Rafles Capital, PT. Viola Davina, PT. Indo Karya Sukses, PT. Bumi Satu Inti dan PT. Karya Utama Prima Mandiri.

DIHAPUS

Modus mereka, masih kata Arteria kode impor emas (HS) telah dihapus. Semula impor emas tercatat dengan kode HS-71081300 (Kode untuk emas setengah jadi).

‘Di Indonesia barang tersebut kena Bea Impor sebesar 5%, kena PPh Impor 2,5%, ” ungkap Arteria dihadapan Jaksa Agung ST. Burhanuddin dan Jajarannya.

Namun, dengan suara bariton-nya yang khas Arteria mengatakan sesampainya barang impor emas di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) kode tersebut sudah berubah saat dicatat di dokumen PIB (Pemberitahuan Impor Barang).

“Yang tadi sudah (dicatat, Red) batangan, berlabel dan sebagainya, tapi seolah-olah dikatakan sebagai bongkahan Pak, sebagai Cash Bar. ”

“Ini sudah luar biasa ini menyimpangnya. Kodenya dicatat 71081210,” bebernya.

BEA DAN CUKAI

“Mengamati penyidikan, kami meyakini para calon tersangka sudah dikantongi, ” ujar Ketua Tim Advokasi Patriot Indonesia Iqbal Daud Hutapea secara terpisah.

Namun kepada Jakartanews.id., Iqbal enggan menyebutkan siapa saja calon tersangka, dengan alasan menjunjung asas praduga tidak bersalah (presumption of innocent).

“Bila mengacu kepada SOP Penyidikan kasus BTS 4G dan Tol MBZ, umumnya pihak yang dijadikan tersangka lebih dari satu kali diperiksa,” tutupnya.

Sejauh ini, Gerbong Antam yang telah diperiksa, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Elisabeth RT Siahaan yang tercatat sudah 3 kali diperiksa, mulai Selasa (20/6), Selasa (4/7) dan Kamis (24/8).

Lainnya, GM UBPP LM Periode Maret 2013 – Mei 2013 inisial TH bahkan sudah pernah 3 kali, Rabu (5/7), Selasa (4/7) dan Selasa (28/8).

Unsur Kantor BC Soetta, Kepala Kantor BC Bandara Soetta Finari Manan juga yang disebut-sebut namanya oleh Arteria sudah diperiksa, Senin (5/6).

Bahkan, anak buahnya Kabid Penyidikan dan Penindakan MBI diduga M. Budi Iswantoro sampai tiga kali diperiksa, mulai Selasa (30/5), Rabu (31/5) dan Selasa (18/7).

Sementara Importir Emas selain dari kelompok 8 juga telah diperiksa kelompok dua yang diduga melakukan praktik yang sama, namun diduga karena adanya surat intelijen dari oknum pejabat Ditjen BC.

Diantaranya, Dirut PT. UBS inisial ESY diduga Eddy Susanto Yahya (EST) juga Ketua Asosiasi Pengusaha Emas dan Perhiasan Indonesia (APEPI) sudah 3 kali diperiksa, yakni Selasa (15/8), Rabu (26/7) dan Kamis (8/6).

Terakhir, Direktur PT. IGS inisial HW sudah dua kali diperiksa, yakni pada Rabu (23/8) dan pada Jumat (19/5). (ahi)

Exit mobile version