Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

El Nino Landa Indonesia, NasDem Minta Pemerintah Antisipasi Kekeringan

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Kekeringan yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia menjadi ancaman serius bagi sektor pertanian dan lingkungan. Perubahan cuaca yang ekstrem dan suhu yang meningkat akibat El Nino mempengaruhi tanaman, hewan serta kondisi ekosistem secara keseluruhan.

“Masyarakat yang terkena dampak langsung dari El Nino adalah petani dan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sumber daya alam,” ujar Ketua Bidang Lingkungan Hidup DPP Partai NasDem Lusyani Suwandi, Jumat (29/9/2023).

Untuk itu, Lusyani meminta pemerintah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan bahan pangan nasional di tengah perubahan iklim dan fenomena El Nino yang melanda Indonesia hingga Oktober nanti.

“Pencegahan dan mitigasi dampak fenomena El Nino adalah bagian penting dari upaya pemerintah untuk melindungi masyarakat, khususnya sektor pertanian, kehutanan dan lingkungan hidup,” kata Lusyani

Menurut Lusyani, hal ini akan mempengaruhi stabilitas pasokan bahan pangan dan biasanya diikuti dengan masalah stabilitas harga pangan, kebakaran hutan dan lahan, dan yang saat ini kita lihat dampaknya adalah polusi yang semakin terasa karena faktor kekeringan.

“Langkah antisipasi perlu dilakukan dan terkoordinasi dengan baik dapat mengurangi dampak El Nino terhadap produksi pertanian dan mampu menjaga stabilitas pasokan dan stok serta harga pangan sehingga inflasi nasional dapat terkendali khusunya inflasi pada komponen bahan makanan. Pun demikian dengan bencana kebakaran hutan dan lahan akibat fenomena cuaca ini,” papar Lusyani.

Tak hanya itu, ingat Lusyani, El Nino juga berdampak besar pada kehidupan biota di lingkungan sekitar.

“Peningkatan suhu dan kekeringan dapat menyebabkan habitat alami binatang terganggu. Binatang-binatang penghuni hutan seperti burung, mamalia dan reptil terpaksa bergeser mencari sumber air dan makanan yang memadai,” jelas Lusyani.

Di laut, beber Lusyani, El Nino juga menyebabkan penurunan populasi ikan dan penyimpangan jalur migrasi spesies laut.

“Kejadian ini mengarah pada disrupsi rantai makanan dan pada gilirannya dapat mengancam keberlanjutan ekosistem,” ucap Lusyani.

Oleh karena itu, Lusyani mengimbau pemerintah, petani, serta organisasi lingkungan harus bersama-sama menghadapi dan merespons ancaman El Nino tersebut.

“Upaya perlindungan dan penanganan yang diperlukan meliputi mengatur irigasi yang efisien, penerapan sistem penanaman yang tahan terhadap perubahan cuaca, serta pengelolaan hutan yang berkelanjutan,” tegas Lusyani.

Selain itu, tambah Lusyani, edukasi masyarakat mengenai dampak El Nino serta langkah-langkah yang dapat diambil juga menjadi hal yang sangat penting untuk mengurangi kerugian yang diakibatkan fenomena ini.

“Dalam upaya menjaga keberlangsungan pertanian dan ekosistem kita, kolaborasi dan kesadaran segenap pihak penting agar diwujudkan. Hal ini harus menjadi prioritas bagi kita semua agar dapat bertahan dalam menghadapi dan mengatasi bahaya El Nino ini,” tuntas Lusyani Suwandi. (Daniel)

Tinggalkan Balasan