Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Direktur Penyidikan: Skandal PLN Tidak Pernah Dihentikan Penyidikannya!

Kendala Yuridis Bukan Kendala Politik

JAKARTANEWS.ID-JAKARTA: Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kuntadi menegaskan kasus Penggadaan Tower Transmisi PLN, 2016 biasa disebut Skandal PLN tidak pernah dihentikan penyidikannya (SP 3).

“Tidak (dihentikan penyidikan alias SP 3, Red). Perkara jalan terus, ” tegasnya saat ditemui Jakartanews. Id, Holopis. Com dan Indepedensi. Com, di Kejaksaan Agung, Jumat (29/9) malam.

Kuntadi juga tepis ada kendala politik sehingga perkara Mega proyek berbiaya Rp2, 251 triliun sempat tidak berlanjut penyidikan, sejak Februari 2023.

“Tidak ada kendala politik. Tidak ada sama sekali, ” tegasnya sambil mengatakan perkara jalan terus.

Menurut dia, sejauh ini yang ditemui hanya kendala yuridis, namun diyakini semua dapat dituntaskan hingga darah penghabisan.

“Kendala (sementara ini) yuridis sifatnya, namun kita yakin dapat tuntaskan hingga darah penghabisan, ” akhirinya dengan heroik seolah mengingatkan penumpasan G 30 S/PKI.

Perkara PLN ini disidik sejak 14 Juli 2022 dengan nomor Sprindik: Print-39/F.2/Fd.2/07/ 2022.

Jaksa Agung ST. Burhanuddin merilis langsung di Lobi Gedung Menara Kartika Adhyaksa pada Senin (25/7) dan dihadiri puluhan wartawan.

Perkara ini sempat berkembang ke dugaan Kolusi dan Nepotisme, awal Januari 2023.

Puluhan saksi dari Jajaran Direksi dan Mantan Direksi PLN era Dirut Sofyan Basir (2014-2019) hingga Pabrikan Tower PT. Bukaka Teknik Utama, PT. Berca Karunia Indonesia dan lainnya diperiksa.

Terakhir, Rabu (18/1) diperiksa dua orang saksi atas nama JRP selaku Direktur PT Bangun Prima Semesta) dan BHN (General Manager UIP PT PLN Nusra periode 2014).

Kediaman dan Apartemen Ketua Aspatindo (Asosiasi Pabrikan Tower Indonesia) Saptiastuti Hapsari ikut digeledah.

Hanya saja, sampai Februari 2023 Saptiastuti Hapsari dan Sofyan Basir tak kunjung diperiksa dan juga tidak dicegah bepergian ke luar negeri.

SYARAT MUATAN PMH

Perkara berawal, 2016 PT. PLN memiliki kegiatan pengadaan tower sebanyak 9.085 set tower.

Dalam pelaksanaan, diduga telah terjadi tindak pidana korupsi, sebab PLN selalu
mengakomodir permintaan dari Aspatindo (Asosiasi Pabrikan Tower Indonesia).

Perbuatan tersebut, mempengaruhi hasil pelelangan dan diduga pelaksanaan pekerjaan dimonopoli PT. Bukaka.

“Karena Direktur Operasional PT. Bukaka merangkap sebagai Ketua Aspatindo,” ungkap Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana, Senin (25/7).

Bukaka dan 13 Penyedia Tower lain tergabung dalam Aspatindo telah melakukan pekerjaan dalam masa kontrak (Oktober 2016-Oktober 2017) dengan realisasi pekerjaan sebesar 30%.

Tanpa legal standing, pada periode November 2017- Mei 2018 penyedia tower tetap melakukan pekerjaan pengadaan tower.

“Akibat tindakan sepihak itu memaksa PT. PLN melakukan addendum pekerjaan Mei 2018, berisi perpanjangan waktu kontrak selama 1 tahun. ”

Addendum kedua antara PLN dan Penyedia dilakukan untuk penambahan volume dari 9085 tower menjadi ±10.000 set tower.

Serta, perpanjangan waktu pekerjaan sampai dengan Maret 2019, karena dengan alasan pekerjaan belum selesai.

“Ditemukan tambahan alokasi sebanyak 3000 set tower di luar kontrak dan addendum, ” akhirinya.

SAPTIASTUTI- SOFYAN

Sampai akhir Januari nyaris semua sudah diperiksa, terkecuali Sofyan Basir dan Saptiastuti Hapsari.

Jajaran PLN yang sudah diperiksa, mulai Amir Rosidin (Direktur Bisnis Regional Sumatera 2015- 2017), Senin (8/8).

Lalu, Selasa (2/8) Nasri Sebayang (Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat), Supangkat Iwan Santoso (Direktur Penggadaan 2015 – 2019).

Kemudian, SS (Eks Kadiv Konstruksi Regional Jawa Bagian Barat pada Dit. bisnis Regional Jawa Bagian Barat 2015-2016) dan Machnizon Masri (Direktur Bisnis Regional Sulawesi), Senin (1/8).

Sedangkan Pabrikan Tower, terdiri NS (PT. Wika Industri & Konstruksi), Kamis (10/11) usai pemeriksaan Dirut-nya Dwi Johardian, Kamis (3/11).

Lalu, PT. Karya Logam Agung (KLA) H diperiksa, Rabu (9/11). Pertama kali diperiksa, Jumat (4/11).

Bahkan, Dirut PT. KLA juga berinisial H telah diperiksa, Rabu (2/11).

Pabrikan lain, adalah Dirut PT. BTU Irsal Kamarudin bersama tiga anak buahnya, Jumat (28/10).

Kemudian, Dirut PT. Berca Karunia Indonesia Erick Purwanto, milik Murdaya Poo dan Siti Hartati Tjakra, Rabu (19/10).

Serta, Direktur PT. Gunung Steel Construction (GSG) Abednedju Giovano Warani Sangkaeng, Senin (24/10). Pertama kali diperiksa, Selasa (18/10).

Dari 14 Pabrikan menyisakan 5 pabrikan belum diperiksa, yakni PT. Citramas Teknikmandiri, PT. Dutacipta Pakar Perkasa, PT. Twink Indonesia, PT. Kokoh Semesta dan PT. Duta Hita Jaya. (ahi)

Tinggalkan Balasan