Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Eks Dirut Telkominfra dan Dirut PT. Multi Trans Data Kembali Dicecar: Indikasi Perubahan Status?

JAKARTANEWS.ID-JAKARTA: Kejaksaan Agung kembali cecar Bastian Sembiring selaku Eks.Dirut PT. Telkominfra terkait Skandal BTS 4G yang merugikan negara sebesar Rp 8, 032 triliun.

Secara terpisah, diperiksa lagi Budi Prasetyo (Dirut PT. Multi Trans Data) bersama Telkominfra (anak usaha PT. Telkom) anggota Konsorsium yang mengerjakan Paket 1 dan 2 Bakti, Kominfo.

Bahkan, kedua orang tersebut masuk dalam 25 orang dicegah bepergian ke luar negeri, sejak 26 November 2022.

Pemeriksaan ini akan berujung perubahan status mereka ?

Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana enggan mengomentari perihal kedua saksi diperiksa kembali dalam Skandal BTS yang makin kesini terungkap bobroknya dan sejumlah pihak dijadikan tersangka baru.

“Pemeriksaan ini guna memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan (atas nama tersangka Elvano Hatorangan selaku PPK Bakti Kominfo, Red, ” ucapnya diplomatis.

Pada Senin (2/10), turut diperiksa 8 orang saksi lainnya, yakni KDYS (FP Bisnis Non Telkom Grup PT. Telkominfra) dan THKS (Manajer Admin Keuangan PT. Multi Trans Data).

Serta, 6 orang saksi lainnya dari PT. Huawei Tech Investment selaku anggota konsorsium bersama PT. Surya Energi Indonesia (anak usaha PT. Len) dan PT. Aplikanusa Lintasarta yang mengerjakan Paket 3 Bakti, Kominfo.

ALIRAN UANG

Patut diduga pemeriksaan Budi dan Bastian terkait dugaan aliran dana kepada Komisaris PT. Solitech Media Sinergy Irwan Hermawan guna tidak melanjutkan penyelidikan BTS. Diduga terkumpul uang Rp243 miliar.

Hanya siapa saja anggota konsorsium dan subkontraktor yang sudah ‘dipalaki’ untuk melicinkan proyek BTS belum terungkap jelas disertai alat buktinya.

Dari persidangan atas nama terdakwa Johnny G. Plate Dkk baru terungkap setoran uang dari anggota konsorsium secara umum agar Mega Proyek BTS berbiaya Rp10 triliun tidak diganggu.

“Semua serba mungkin, namun keterangan di sidang harus diikuti dengan alat bukti agar status seseorang bisa dijadikan tersangka, ” komentari Pegiat Anti Korupsi Iqbal D. Hutapea secara terpisah.

Walau demikian, keterangan saksi di sidang dapat dijadikan petunjuk untuk dielaborasi lebih lanjut.

“Kami yakin Kejagung tidak tinggal diam dan pasti akan menindak lanjuti ya, ” pungkasnya sembari menunjukan Elvano dijadikan tersangka bersama Jemy Sutjiawan (Dirut PT. Sansaine Exindo) belum lama ini.

Di persidangan terungkap Elvano menerima sejumlah uang juga Jemy walau sudah diserahkan ke Kejagung sebanyak Rp36, 8 miliar. (ahi)

Tinggalkan Balasan