Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Permendag Larang TikTok Dagang Langsung di Medsos, Guspardi: Sangat Tepat untuk Lindungi Pedagang Konvensional dan UMKM

Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus. (Ist)

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Guspardi Gaus mengapresiasi dan mendukung penuh langkah Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) yang melarang media sosial berperan ganda sebagai e-comerce. Di tanah air yang menjalankan praktik seperti ini adalah TikTok melalui fitur jual beli online TikTok Shop.

“Larangan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 tahun 2023 yang merupakan revisi dari Permendag Nomor 50 Tahun 2020 Tentang Perizinan Usaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha, kata Guspardi kepada para wartawan, Selasa (3/10/2023).

“Permendang No 31 tahun 2023 yang telah ditandatangani oleh Pak Zulhas sebagai Menteri Perdagangan ini otomatis membuat TikTok tidak boleh lagi melakukan praktik transaksi dagang secara langsung di platformnya. Karena pemendag yang baru ini dengan tegas memisahkan social media, social commerce, dan e-commerce dengan tata kelola dan fungsi yang berbeda,” sambung Anggota Komisi II DPR RI ini.

Guspardi menyebut pemisahan kategori platform digital sangat tepat untuk menciptakan persaingan bisnis yang fair dan sehat.

“Bagi platform social media dan social commerce yang masih menjalankan proses transaksi jual beli, Mendag akan memberikan sanksi tegas sampai dengan mencabut izin usahanya sebagai sanksi paling tinggi dari pelanggaran yang dilakukan,” jelas Guspardi.

“Apalagi di informasikan platform TikTok memiliki teknologi Artificial Inteligent (AI) yang bisa membaca algoritma produk apa yang laku di Indonesia. Kemudian memproduksi sendiri, lalu produk tersebut dijual dengan harga murah di TikTok. Tentu hal ini akan membuat produk UMKM kalah bersaing dan negara kita akan dibanjiri produk impor,” lanjut Anggota Baleg DPR RI itu.

Perlu diperhatikan pula, imbau Guspardi, dalam Permendag yang baru ini, barang jadi yang boleh dijual oleh pedagang luar negeri ke Indonesia melalui platform e-commerce mimimum seharga USD 100 per unit dengan berbagai persyaratan yang mesti dipenuhi.

“Selanjutnya Marketplace serta Social Commerce juga dilarang bertindak sebagai produsen. Sementara itu, pelaku usaha dan UMKM masih tetap boleh melakukan promosi produknya di social comerse dan juga bisa bertransaksi melalui platform e-comerce yang sudah tersedia,” ujar Guspardi.

Guspardi menuturkan, yang dilarang itu praktik usaha menggunakan sosial media semacam TikTok dengan memanfaatkannya menjadi social commerce dengan melakukan transaksi dagang langsung.

Dengan aturan yang jelas dan tegas dalam Permendag 31/2023 ini, tambah Legislator asal Dapil Sumbar 2 ini, menunjukkan bukti nyata keberpihakan negara terhadap pelaku usaha dalam negeri dan melindungi UMKM.

“Negara memang sudah seharusnya hadir di saat rakyat memerlukan perlindungan (ekonomi) dari serbuan produk-produk asing dan persaingan yang tidak setara,” Guspardi Gaus. (Daniel)

Exit mobile version