Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Sikapi Konflik Israel dan Palestina, Emrus Sihombing: Indonesia Butuh Sosok Plural Seperti Ganjar Pranowo

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Perang Israel dengan Palestina (Hamas) kembali pecah. Perang ini telah memakan korban banyak manusia yang tak berdosa di kedua belah pihak.

Konflik kedua negara ini sudah berlangsung sangat-sangat lama. Bahkan sampai saat ini belum ada para ahli politik, komunikasi politik, hubungan internasional dan perdamaian yang memperkirakan kapan berakhir konflik Israel-Palestina.

Tak jarang juga banyak orang mengemukakan pandangan konflik Israel-Palestina sebagai produk hubungan historikal masa lalu.

Demikian dikatakan Komunikolog Indonesia Emrus Sihombing kepada para jurnalis, Rabu (11/10/2023).

Menurut Emrus, pandangan yang mengatakan konflik Israel-Palestina sebagai produk hubungan historikal masa lalu ada benarnya.

“Namun, jika terus berkaca kepada hubungan historikal tersebut sebagai pemicu perang Israel-Palestina, amat sulit ada titik temu menuju kesepakatan perdamaian yang permanen,” tutur Dosen Pasca Sarjana Fikom UPH, Tangerang ini.

Oleh karena itu, jelas Emrus, untuk menyudahi konflik Israel-Palestina ada dua skema.

Pertama, sebut Emrus, Israel-Palestina harus mengedepankan kebersamaan dan kemajuan bersama sebagai negara bertetangga.

“Jangan tergoda pengaruh negara lain. Untuk itu, memandang sejarah hubungan kedua negara sebagai catatan masa lalu, bahan evaluasi dan pijakan untuk memperbaiki relasi masa kini dan ke masa depan,” tegas Emrus.

Kedua, tutur Emrus, setiap negara di luar Israel dan Palestina berperan aktif menjaga perdamaian di muka bumi, sebagaimana diperankan oleh negara Indonesia.

“Indonesia sangat jelas posisinya sesuai dengan konstitusi yaitu menjaga perdamaian dunia dan berperan menghapus segala bentuk penjajahan di muka bumi,” ulas Emrus.

Emrus menilai, Presiden pertama negeri ini, Bung Karno hingga Presiden Jokowi, bahkan kandidat Bacawapres 2024 yang punya sikap dan keberanian membuat kebijakan luar negeri Indonesia terkait hubungan internasional untuk menjaga dan mewujudkan perdamaian dunia, ada pada sosok Ganjar Pranowo.

“Ganjar Pranowo memiliki kepemimpinan pluralis sehingga menjadi modal sosial dan politik baginya untuk mengambil kebijakan luar negeri kita yang menolak segala bentuk penjajahan di muka bumi,” tutup Emrus Sihombing. (Daniel)

Tinggalkan Balasan