Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Kembali, Pejabat Kemendag Diperiksa Guna Tetapkan Tersangka Skandal Gula

Pejabat Ditjen Bea dan Cukai

JAKARTANEWS.ID-JAKARTA: Kembali, Pejabat Kementerian Perdagangan (Kemendag) diperiksa guna tetapkan tersangka Skandal Impor Gula.

Kali ini, giliran YE disebut selaku Aparatur Sipil Negara di Kemendag tanpa dijelaskan keterkaitan dengan importasi gula di Kemendag pada tahun 2015 – 2023.

Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana enggan berspekulasi soal diperiksanya kembali Pejabat Kemendag.

“Pemeriksaan ini guna memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan sekaligus membuat terang tindak pidana (cari tersangka, Red), ” katanya, Selasa (17/10) malam.

Sebelum ini, Direktur Impor Kemendag Arif Sulistiyo diperiksa pada Selasa (10/10) setelah sehari sebelumnya Sri Hariyati (Karo Hukum Kemendag).

Perkara ini cukup menarik Publik karena dugaan mengarah kepada Petinggi Kemendag yang menjabat pada kurun waktu 2015 -2023.

Khusus, Mendag terakhir Zulkifli Hasan, Kejagung menjelaskan tidak terkait dengan perkara yang berhubungan dengan Policy. Mendag justru memfasilitasi penggeledahan oleh Kejagung.

Tak urung, perkara ini mengarah kepada Eks. Mendag dari Nasdem Rachmat Gobel dan Enggartiasto Lukita dan Eks. Mendag dari PKB Agus Suparmanto ?

“Namanya saja Tahun Politik. Apa saja bisa dikaitkan, tapi saya percaya atas integritas Kejagung, ” ujar Pegiat Anti Korupsi Iqbal D. Hutapea secara terpisah.

BEA DAN CUKAI

Sehari sebelumnya, Kejagung meriksa CU selaku Kasubdit Impor pada Ditjen Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan.

Tidak diketahui peran dan keterkaitan Pejabat Bea dan Cukai dalam perkara ini.

Juga, belum diketahui berapa ton impor gula dan melalui pintu udara atau laut ?

“Ini kan seperti perkara Impor Emas, Para Pejabat Bea dan Cukai bergiliran diperiksa.
Secara kasat mata dapat dipahami karena terkait Tupoksi Bea dan Cukai, ” tukas Iqbal.

Tentang sejauh mana keterlibatan mereka dalam perkara, kembali kepada alat bukti.

“Pada akhirnya alat bukti sebagai ukuran, ” akhiri Iqbal seraya mengajak untuk terus mengikuti perkembangan perkara.

Pada bagian lain, Kejagung juga meriksa
RM (Pimpinan KSO Sucofindo – Surveyor Indonesia), ARA (Kabag Fasilitasi Perdagangan PT. Sucofindo).

Terakhir, SS selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI). (ahi)

Tinggalkan Balasan