Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Guspardi Harap Jokowi Tak Jadi Sasaran Tembak Kritik Masyarakat Akibat Putusan MK

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Guspardi Gaus berharap nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak dijadikan sasaran tembak akibat dari keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan gugatan terkait batas usia capres dan cawapres paling rendah 40 tahun atau sedang atau pernah menjabat jabatan lewat pemilu, termasuk pilkada.

Pasalnya, kata Guspardi, terkabulnya gugatan tersebut dinilai menjadi karpet merah bagi putra sulungnya yang juga Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka untuk ikut dalam kontestasi Pilpres 2024 sebagai cawapres pendamping Prabowo Subianto.

“Tentunya kita berharap supaya nama pak Presiden Jokowi ini tidak dijadikan sasaran kritikan yang disampaikan masyarakat, karena dinilai membangun dinasti kekuasaan,” ujar Guspardi kepada para wartawan, Rabu (18/10/2023)

Apabila Jokowi menyetujui Gibran maju cawapres dan Gibran juga bersedia, tutur Guspardi, tentunya nama baik presiden akan menjadi sorotan.

Karena itu, Anggota Komisi II DPR RI ini berharap Jokowi tidak merestui dan Gibran sendiri menolak untuk dicalonkan agar persepsi membangun dinasti kekuasaan akan terbantahkan.

Guspardi pun mengutip pemberitaan yang menyebut banyaknya elemen masyarakat yang merasa kecewa dengan keputusan MK yang seolah memberikan karpet merah putranya maju menjadi cawapres pada pemilu 2024 mendatang.

“Apalagi disebutkan juga, sekarang ini sudah 25 tahun kita melakukan reformasi, tetapi kita kembali kepada titik nol. Salah satu yang disorot itu adalah dibangunnya dinasti kekuasaan yang dibangun oleh penguasa,” ujar Anggota Baleg DPR RI ini.

“Untuk menjawab itu betul apa tidak komentar ataupun sorotan yang disampaikan oleh berbagai elemen masyarakat tentu kita berharap Presiden Jokowi karena anaknya digadang-gadang kan jadi cawapres dari Pak Prabowo tidak merestui, kemudian Gibran pun juga menolak,” sambung Guspardi.

Guspardi menyebut, jika Presiden Jokowi tidak merestui putranya maju sebagai kandidat yang bertarung dalam Pemilihan Presiden-Wakil Presiden tahun 2024 maka masyarakat akan memberikan apresiasi dan tuduhan kepada Jokowi itu adalah sesuatu yang tidak benar.

“Pak Jokowi juga akan meninggalkan sebuah legacy yang akan diingat oleh masyarakat sebagai negarawan sejati,” pungkas Guspardi Gaus. (Daniel)

Tinggalkan Balasan