Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

BPJS Ketenagakerjaan Perluas Perlindungan untuk Debitur KUR BRI

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA : BPJS Ketenagakerjaan kembali perluas perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke seluruh pekerja apa pun profesinya, kali ini kerja sama dilakukan dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) khususnya pada Debitur KUR (Kredit Usaha Rakyat). Kerja sama ditandatangani oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo dan Direktur Utama BRI Sunarso di Gedung BRILiaN Jakarta.
Anggoro mengatakan, pihaknya akan menjadi jaring pengaman ekonomi dan sosial kepada seluruh pekerja apa pun profesinya ketika menghadapi risiko, sehingga menurutnya perlindungan jaminan sosial menjadi sesuatu yang penting untuk dimiliki.

”Kembali kami mengajak seluruh pekerja untuk memastikan dirinya terlindungi BPJS Ketenagakerjaan, terutama saat ini untuk debitur KUR, para debitur KUR mayoritas merupakan tulang punggung di keluarga, jadi kita harus jamin mereka dan keluarganya terhindar dari risiko ekonomi dan sosial akibat risiko kerja yang mungkin terjadi, seperti risiko akibat kecelakaan kerja dan meninggal dunia,” jelas Anggoro.
Kerja sama guna menyinergikan fungsi saling mendukung optimalisasi pelaksanaan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi penerima KUR. Hal ini merupakan tindakan lanjutan sesuai Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2021 dan Peraturan Menteri Perekonomian No 1 Tahun 2023 tentang Pedoman Pedoman Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat.
KUR merupakan wujud dukungan pemerintah terhadap pemberdayaan UMKM untuk membatu memulai dan mengembangkan usaha. Selain perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi debitur KUR, 2 anak ahli waris debitur KUR juga akan mendapatkan manfaat beasiswa jika debitur KUR mengalami risiko meninggal dunia biasa atau meninggal dunia akibat kecelakaan kerja sehingga mengurangi angka anak putus sekolah.
Diketahui saat ini total akad KUR BRI sebanyak 2,3 juta pekerja, dari total tersebut sudah 81% debitur KUR Kecil telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, sedangkan KUR Mikro dan KUR Super Mikro masing-masing di kisaran 5%.
”Jumlah peserta melalui KUR Kecil sudah sangat baik, kami bersama BRI akan mendorong kembali pekerja yang akan menjadi debitur KUR Mikro dan Kur Super Mikro untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Anggoro.
Anggoro mengapresiasi kepada BRI atas kerja sama yang terjadi ini, dirinya berharap seluruh debitur KUR BRI ke depan seluruhnya akan terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. ”Ini bentuk negara hadir menjamin seluruh pekerjanya, dengan terlindungi, debitur dapat memanfaatkan dana yang diperoleh dengan optimal, seperti kampanye komunikasi kami, ”Kerja Keras Bebas Cemas”, pekerja dapat bekerja dengan keras, seluruh kecemasan akan risiko kerja akan ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan,” cetus Anggoro.
Pada kegiatan tersebut turut hadir mendampingi Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Zainudin, Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan Asep Rahmat Suwandha, Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harjo dan Direktur Bisnis Mikro BRI Supari.
Selanjutnya Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, BRI komitmen dalam mengoptimalkan kreditur mereka untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, dikarenakan peserta (debitur KUR) memiliki hak mendapatkan santunan jika terjadi risiko yang nantinya dapat digunakan untuk melunasi pokok pinjaman KUR.
”Ini merupakan salah satu implementasi dari amanat undang-undang yang menyatakan bahwa setiap orang yang bekerja di Indonesia paling tidak enam bulan dalam bekerjanya itu berhak untuk diikutsertakan dalam program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, apa yang sekarang dibantu oleh BRI, inilah yang akan menjadi target kita dari kerja sama ini. Jadi nasabah-nasabah penerima Kredit Usaha Rakyat diikutsertakan dalam program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan,” ucap Sunarso.
Dirinya meyakini, jika kedua belah pihak bisa mendata semua pesertanya untuk masuk ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan, hal tersebut merupakan langkah yang sangat baik, dan kedua belah pihak telah melaksanakan apa yang sudah diamanatkan undang-undang.
Menurut data BPJS Ketenagakerjaan, hingga 16 Oktober 2023 total manfaat santunan kematian dan beasiswa pendidikan yang telah diberikan kepada seluruh debitur KUR senilai Rp4,38 miliar, sedangkan untuk BRI saja telah mencapai Rp1.97 miliar.
Semenara itu Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Pluit Tetty Widayantie, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti secara teknis sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan bersama pihak kantor-kantor cabang BRI dan agen-agen BRILink di wilayah tugasnya. ”Kami akan membekali wawasan kepada petugas-petugas di BRI dan agen-agen BRILink agar menyampaikan manfaat program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada calon nasabah KUR, di samping menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan memang menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan KUR,” ungkap Tetty.
Menurut Tetty, pihaknya juga siap memberikan layanan terbaik kepada nasabah KUR apabila dipilih sebagai kantor cabang tujuan saat mendaftar. Baik itu pendaftaran melalui BRI, agen BRILink maupun ketika nasabah KUR mendaftar sendiri secara online. ”Misalnya saat mendaftar yang dipilih Kantor Cabang Pluit, maka ketika peserta mengklaim haknya. Contohnya saat terjadi musibah kecelakaan kerja maka kami pastikan peserta mendapatkan layanan terbaik pemulihan kecelakaan kerja dengan memenuhi seluruh kebutuhan medisnya sampai sembuh tanpa batasan biaya dan tanpa batasan waktu perawatan,” ungkap Tetty.
Begitu pula jika peserta meninggal dunia, pihaknya akan memberikan hak manfaat tunai kepada ahli warisnya. Begitu pula pihaknya akan memberikan hak beasiswa hingga tingkat perguruan tinggi kepada anak peserta yang mengalami cacat permanen atau meninggal dunia. (Dani)

Tinggalkan Balasan