Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

ANJ Bangun PLTS Atap untuk Kurangi Emisi Karbon

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) melalui anak usahanya PT Gading Mas Indonesia Teguh (GMIT) menggandeng SUN Energy untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) rooftop yang dipasang di pabrik GMIT dan diproyeksikan mencapai mengurangi emisi karbon 422 ton CO2 per tahun.

“Sistem PLTS Rooftop yang dipasang di lokasi operasional GMIT diperkirakan dapat menghasilkan listrik sebesar 468.658 kW per tahun atau setara dengan 15 persen kebutuhan listrik untuk kegiatan operasional,” kata Direktur Utama GMIT Imam Wahyudi di Jakarta, Jumat (20/10/2023).

Melalui PLTS Atap, Imam mengatakan perseroan mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan emisi gas rumah kaca, serta menurunkan biaya energi dalam jangka panjang.

Pihaknya bertujuan untuk mencapai nol emisi karbon dan mengurangi penggunaan sumber energi fosil sebesar 20 persen pada tahun 2030, serta akan meningkatkan portofolio penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT) menjadi lebih dari 65 persen pada tahun 2025.

“ANJ Group membuktikan bahwa sektor agribisnis dapat berperan dalam mengurangi dampak terhadap lingkungan, yaitu mengoptimalkan sumber energi terbarukan,” kata Imam.

Dalam kesempatan yang sama, Deputy CEO SUN Energy Dion Jefferson mengatakan, pihaknya melihat adanya peningkatan tren penerapan PLTS atap karena mampu bekerja secara efisien di berbagai sektor industri, termasuk sektor agribisnis.

“SUN Energy terus mendorong perusahaan ritel lainnya untuk meningkatkan proporsi penggunaan energi terbarukan melalui energi surya agar setiap produk yang dikonsumsi masyarakat dapat diakui sebagai produk yang dihasilkan dari sumber energi ramah lingkungan,” ujarnya.

Ke depan, ia melihat peluang besar bagi pemerintah dan pelaku industri untuk mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan sumber daya EBT dan produk ramah lingkungan, melalui simbol atau ikon pada label pangan produk kemasan.

“Jika masyarakat terbiasa melihat ikon energi ramah lingkungan, maka masyarakat akan semakin mengenal pemanfaatan energi surya. Kami juga berharap masyarakat dapat mengapresiasi produk ramah lingkungan dan mengajak lebih banyak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan,” kata Dion. (YOK)

Tinggalkan Balasan