Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Jampidsus: Bakal Diminta Pertanggungjawaban Hukum Selama Ada Alat Bukti

Dugaan Keterlibatan Kontraktor Tol MBZ

JAKARTANEWS.ID-JAKARTA: Jampidsus Dr. Febrie Adriansyah isyaratkan kontraktor Mega Proyek Tol Japek II alias MBZ bakal diminta pertanggungjawaban hukum (tersangka, Red), bila dikemudian waktu ditemukan alat bukti.

“Seperti perkara BTS 4G, satu persatu dijadikan tersangka setelah ditemukan alat bukti baru di persidangan,” katanya kepada wartawan di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Senin (23/10) malam.

Jawaban Febrie, Doktor Hukum Jebolan Unair Surabaya, Jatim ini menyusul belum adanya unsur Kontraktor dari 4 tersangka yang telah ditetapkan atas nama Djoko Dwijono (Dirut PT. Jasamarga Jalanlayang anak Cikampek) Dkk.

Dari latar belakang 4 tersangka, adalah dua dari Jasamarga Jalanlayang Cikampek, lalu satu tersangka dari Subkontraktor (PT. Bukaka Teknik Utama) dan Konsultan (PT. LAPI Ganeshatama Consulting).

Febrie yang dari awal Jaksa merintis karier di Gedung Bundar alias Pidsus mengingatkan wartawan bahwa setiap jaksa dalam menangani perkara memiliki strategi masing -masing.

Oleh karena itu, sering muncul pertanyaan dari teman wartawan bahwa ada saksi yang disebut-sebut dalam proses penyidikan dan atau di persidangan.

“Semua adalah bagian strategi dan tidak muncul diungkapkan di permukaan. Kita khawatir saksi bersangkutan akan menghilangkan barang bukti dan lainnya.”

Istilah Febrie yang pernah menjabat Kasubdit Korupsi dan TPPU pada Direktorat Penyidikan serta Direktur Penuntutan dan Penyidikan ini Jaksa Tidak Pernah Diam (Tidur, Red).

“Buktinya, bisa dilihat dalam perkara BTS,” Febrie mencontohkan nama Sadikin Rusli, Edward Hutahaean, Elvano Hatorangan dan Jimy Sutjiawan.

BUKAN HARGA MATI

Namun demikian, lanjut Febrie strategi dimaksud tidak diartikan secara harfiah harus menunggu proses persidangan baru ditetapkan tersangka baru.

“Bila, dalam proses penyidikan diperoleh cukup bukti tentu akan ditetapkan tersangka,” tutur Febrie.

Hal itu terungkap dari penetapan Direktur PT. Bukaka Teknik Utama (Subkontraktor) Sofia Balfas sebagai tersangka menyusul tiga tersangka lainnya.

Dia meminta wartawan untuk memberi ruang dan waktu kepada tim penyidik bekerja dan menuntaskan perkara.

“Yakinlah, mereka akan menuntaskan perkara. Semua pihak yang diduga terlibat pasti akan dimintai pertanggung jawaban hukum, ” akhiri pria asal Jambi, tapi berdarah Lahat, Sumsel ini.

WSKT-ACSET

WSKT (PT. Hutama Karya)-Acset (Acset Indonusa) adalah Kontraktor Tol Japek II sepanjang 38, 3 Km berbiaya Rp13, 5 triliun.
Kerjasama kedua perusahaan diwujudkan dalam bentuk KSO (Kerja Sama Operasi) dengan nama PT. WSKT-Acset.

Mereka mengerjakan konstruksi proyek dengan anggaran Rp 11, 69 triliun.

Dua pekan terakhir, Kejagung intensifkan pemeriksaan kedua perusahaan dan WSKT-Acset, tapi sejauh itu pula sejak disidik awal Maret belum seorang pun dijadikan tersangka dan dicegah ke luar negeri.

“Kami sepakat dengan Statement Pak Jampidsus. Belum ditingkatkannya status seorang bukan berarti lolos jerat hukum,” komentari Ketua Tim Advokasi Patriot Indonesia (TAPI) Iqbal D. Hutapea, Selasa (24/10).

“Ini soal waktu. Apakah dalam proses penyidikan atau persidangan, tentu sejauh mana sudah diperoleh alat bukti,” pungkas Iqbal.

Terakhir, Selasa (24/10) malah Dirut Bukaka Teknik Utama IK diduga Irsal Kamarudin nama yang tidak asing bagi Gedung Bundar, karena pernah diperiksa dalam perkara Tower Transmisi PLN berbiaya Rp2, 251 triliun yang sementara mangkrak sejak disidik 14 Juli tahun lalu.

Bersama Irsal, ikut diperiksa ARA (Marketing Manager EPC / Infrastruktur III PT. WSKT Periode 2020-2022), F (Kasi Administrasi Kontrak Japek I (VGF Japek II Elevated) PT. WSKT Periode 2017–2019) dan AHJ (Staf Teknik Japek I (VGF Japek II Elevated) PT. WSKT Periode 2017-2019).

Sehari sebelumnya, diperiksa RIW selaku Production, Equipment & Risk Manager PT. WSKT Periode 2021- 2022). (ahi)

Tinggalkan Balasan