Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Dirut Bakrie Metal Muncul di Kejagung di Tengah Kuak Dugaan Keterlibatan Kontraktor Tol MBZ

Pengaturan Spesifikasi Barang Tol MBZ

JAKARTANEWS.ID-JAKARTA: Dirut PT. Bakrie Metal Industries milik Keluarga Aburizal Bakri muncul di Gedung Bundar, Kejagung di tengah upaya menguak dugaan keterlibatan Kontraktor Proyek Tol Japek II MBZ.

Ada apa gerangan ?

Pertanyaan tersebut muncul mengingat perusahaan ini memproduksi pipa baja yang didirikan 1959 dengan nama Talang Tirta dan 1985 memasuki bisnis EPC.

Direktur Utama PT. Bakrie Metal yang dimaksud berinisial RAH diduga R. Atok Hendrayanto.

Secara terpisah, turut diperiksa PW diduga Purwono Widodo selaku Direktur Pemasaran PT. Krakatau Steel Periode 2017 dan THT (GM PT. Intisumber Bajasakti).

Kapuspenkum Dr. Ketut Sumedana enggan berspekulasi soal pemeriksaan RAH dalam Skandal Tol MBZ yang diduga merugikan negara sekitar Rp 1, 5 triliun tersebut.

“Pemeriksaan ini guna memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan sekaligus membuat terang tindak pidana (cari tersangka baru, Red),” katanya diplomatis, Kamis (26/10) malam.

Sampai kini, baru empat tersangka yang ditetapkan, namun minus Kontraktor yang mengerjakan Proyek Tol MBZ alias Japek II sepanjang 36, 4 Km.

Para tersangka berasal dari pemilik proyek, yakni PT. Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC), Konsultan (PT. LAPI Ganeshatama) dan Subkontraktor (PT. Bukaka Teknik Utama).

Belakangan, Bukaka teriak karena masih ada kewajiban Rp300 miliar yang belum dibayarkan, seperti diungkapkan Mantan Wapres Jusuf Kalla belum lama ini.

Statement Jusuf Kalla ditujukan kepada WSKT, yang bersama PT. Acset Indonesia (ASCT) adalah Kontraktor Tol MBZ dalam bentuk Kerja Sama Operasi (KSO) dengan nama Waskita-Acset.

SPESIFIKASI BARANG ?

Mengacu keterangan Kapuspenkum pada Rabu (13/9) saat penetapan tersangka terhadap Mantan Dirut JJC Djoko Dwijono Dkk perkara ini terkait persekongkolan untuk mengatur spesifikasi barang tertentu.

Pada gilirannya, persekongkolan itu berujung pada pengaturan pemenang lelang yang menguntungkan pihak tertentu.

“Rasanya sulit untuk ditepis, namun saya tidak bisa mengomentari lebih jauh karena proses penyidikan tengah berlangsung,” tutur sebuah sumber.

Dalam mengungkap pengaturan spesifikasi barang tertentu, telah diperiksa juga sebelum ini Jajaran PT. Krakatau Steel dan anak usahanya, yakni Krakatau Wajatama.

Krakatau Steel dan Bukaka jalin KSO dalam penggadaan baja untuk tiang pancang penyangga jalan tol layang yang diresmikan penggunaannya oleh Presiden pada Kamis (11/12/2019).

Terakhir, diperiksa Dirut Krakatau Wajatama Hernowo pada Senin (23/10) , Dirut Krakatau Steel (2015 – 2017) Sukandar pada Senin (19/9) dan Kamis (5/10) serta Direktur Pemasaran Dadan Danusiri, Kamis (6/4).

Terakhir, BH selaku Supritendent KSO PT. Bukaka Teknik Utama-PT Krakatau Steel pada Rabu (21/6) dan Senin (11/9).

Sementara pemeriksaan terhadap Jajaran Intisumber Bajasakti yang memproduksi baja adalah pertama kali.

Korporasi ini menjadi salah satu dari 6 tersangka korporasi perkara Impor Baja.

WASKITA

Pada bagian lain, Kejagung kembali memeriksa Jajaran KSO Waskita -Acset. Kali ini, FD selaku Anggota KSO Waskita.

Kemudian, M (Kasi Administrasi Kontrak Proyek Japek II Elevated periode April 2017 -Juli 2020).

Lalu, HA (Site Engineering and Contract Manager Proyek Japek II Elevated periode April 2017- Juli 2020).

Lainnya, DA (Production & Equipment Manager Engineering Procurement and Construction Division PT. WSKT periode 2020 – 2021) dan II (Anggota Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ).

“Seperti lima saksi lain, merdeka diperiksa guna memperkuat pembuktian sekaligus membuat terang tindak pidana,” jelas Ketut.

Mengutip statement Jampidsus Dr. Febrie Adriansyah pada Senin (23/10) korporasi dan pihak terkait bakal diminta pertanggung jawaban hukum (tersangka, Red) bila ditemukan alat bukti.

“Seperti perkara BTS 4G, ditemukan alat bukti dijadikan tersangka. Jadi, penyidik tidak diam,” tegasnya. (ahi)

Tinggalkan Balasan