Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Tahap II Berkas 2 Tersangka Akusisi Saham, Kajati Sumsel Beri Teladan Penanganan Perkara

Tidak Tinggalan Beban untuk Penggantinya

JAKARTANEWS.ID -JAKARTA: Lima tersangka perkara akuisisi saham PT. Satria Bahasa Sarana (SBS) oleh PT. Bukit Mukti Investama (anak usaha PT. Bukit Saham) segera disidangkan di Pengadilan Tipikor Palembang.

Kepastian itu menyusul berkas dua tersangka terakhir atas nama Dirut Bukit Asam Milawarma Periode 2011- April 2016 dan Nurtima Tobing (Wakil Ketua Tim Akuisisi) diserahkan ke Penuntut Umum, Rabu (25/10).

“Tentu, secepatnya berkas mereka secepatnya dilimpahkan ke pengadilan bila rencana dakwaan sudah disusun, ” kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajari) Sumsel Sarjono Turin, Kamis (26/10).

Turin yang sebentar lagi dilantik sebagai Sesjamintel sesuai SK Jaksa Agung No. 270, Senin (9/10) menambahkan perkara ini tidak berhenti pada lima tersangka, bila dikemudian ada fakta baru muncul di pengadilan.

“Artinya, tersangka bisa bertambah sepanjang ditemukan alat bukti baru, ” tegasnya.

Penyerahan tersangka dan barang bukti dari tim penyidik menyusul berkas dua tersangka dinyatakan lengkap (P21) oleh Tim Jaksa Peneliti pada Penuntutan, Kejati Sumsel.

Seperti tiga tersangka lainnya yang sudah diserahkan ke penuntut umum sebelum ini, terhadap kedua tersangka juga dilakukan penahanan.

Tiga tersangka yang dimaksud, adalah
Anung D. Prasetya (Direktur Pengembangan Usaha Bukit Asam Tahun 2013), Saiful Islam (Ketua Tim Akuisisi Penambangan PT. Bukit Asam) dan Pemilik PT. SBS Tjahyono Ismawan.

Sesuai SOP Penanganan Perkara, bila perkara sudah diserahkan ke Penuntut Umum (tahap dua), maka berkas perkara dilimpahkan ke pengadilan, jika surat dakwaan selesai disusun.

Para tersangka terancam dipidana seumur hidup dan atau paling lama 20 tahun penjara, sebab tim penyidik menjerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 UU Tipikor.

LEGACY

Menjawab pertanyaan Jakartanews. Id, Turin mengatakan penuntasan perkara akuisisi adalah tanggung jawabnya sehingga tidak menjadi beban pejabat berikutnya.

Namun begitu, dirinya juga tidak ingin memaksakan kehendak jika berkas perkara belum memenuhi syarat.

“Intinya, apa yang dikerjakan saat saya menjabat sedapat mungkin harus dituntaskan dan itu menjadi kewajiban, ” akhirinya.

Dalam istilah politik, paling tidak Turin meninggalkan Legacy atau Warisan yang baik dan perlu menjadi contoh.

Dalam catatan, selain perkara akusisi saham yang diduga merugikan negara sekitar Rp 100 miliar juga ada perkara Dana Hibah untuk KONI Sumsel dan lainnya sejak dilantik sebagai Kajati Sumsel, Kamis (8/8/2022). (ahi)

Tinggalkan Balasan