Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Tandatangani MoU di Jakarta, Bank DKI dan Hebitren Kerjasama Soal Pemberdayaan Ekonomi Pesantren

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Bank DKI melalui Unit Usaha Syariah bersama Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) menandatangani Nota Kesepahaman soal pemberdayaan ekonomi syariah pesantren. Penandatanganan kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) tersebut diselenggarakan di Jakarta dan dihadiri sejumlah pihak terkait.

Adapun nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Direktur Ritel & Syariah Bank DKI Henky Oktavianus dan Ketua Hebitren DKI Jakarta KH Muhammad Asyari Akbar, serta disaksikan oleh Ketua Dewan Pengawas Syariah Bank DKI Muhammad Maksum dan segenap pimpinan dari dua lembaga tersebut. Acara penandatanganan tersebut dilakukan bertepatan dengan acara perayaan Hari Santri dengan tema ‘Jihad Santri, Jayakan Negeri’.

Selain penandatanganan secara simbolis, acara juga dimeriahkan dengan penampilan Tim Hadroh Pondok Pesantren Al-Islah, Jakarta, serta talkshow dengan tema ‘Optimalisasi Bantuan KJP untuK Operasional Pesantren’ yang menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten.

Direktur Teknologi dan Operasional, merangkap Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Bank DKI, Amirul Wicaksono mengungkapkan, kolaborasi ini merupakan upaya Bank DKI dalam melakukan optimalisasi layanan perbankan syariah dengan membangun kerjasama antar lembaga. “Bank DKI kerjasama dengan Hebitren sebagai bagian pemberdayaan ekonomi dengan memanfaatkan keaktifan unit usaha pesantren, maupun pelaku usaha yang aktif di dalamnya,” ujar Amirul di Jakarta, Jumat (27/10).

Sebagai informasi, ruang lingkup kerjasama antara Bank DKI dan Hebitren meliputi pemanfaatan produk dan jasa layanan perbankan syariah. “Bank DKI akan menyediakan berbagai akses produk perbankan mulai dari produk dana pihak ketiga, pembiayaan, keagenan, maupun berbagai layanan digital berbasis syariah kepada ekosistem yang berada di bawah naungan Hebitren,” papar Amirul. Melalui skema kemitraan, kolaborasi ini juga memiliki ruang lingkup pengembangan lembaga keuangan syariah berbasis koperasi pondok pesantren, pengembangan inkubator bisnis bagi santri, kemitraan program Bank Wakaf Mikro (BWM), serta kerjasama usaha lainnya yang saling memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

Hebitren sendiri merupakan wadah penguatan kemandirian pesantren yang ditujukan untuk mendorong akselerasi penguatan ekonomi dari unit usaha yang ada di pondok pesantren, dengan 110 pondok pesantren sebagai anggotanya. Berdirinya Hebitren juga bertepatan dengan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) pertama pada tahun 2014 yang diselenggarakan di Surabaya oleh Bank Indonesia. (Joko)

Tinggalkan Balasan