Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Komentari Kunker Presiden, Ganjar Mengaku Tetap Hormati Jokowi

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Dalam kampanye terbuka hari kedua “Hajatan Rakyat” di Lapangan Expo Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (22/1/2024) Calon Presiden (Capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo menyikapi kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Jawa Tengah (Jateng) sebagai hal biasa dan bukan upaya untuk menggerus elektabilitas dirinya.

“Ya Pak Jokowi kan weekend sering ketemu cucu sekaligus kunjungan kerja. Ya boleh, beliau presiden kok, mau kunjungan kerja ke mana pun boleh,” kata mantan Gubernur Jateng itu.

Ganjar kemudian menegaskan, dirinya dan pihak partai pendukung tetap menghormati Jokowi dalam konteks kompetisi yang sehat pada pemilu kali ini.

“Saya lihat videonya (kunker Presiden Jokowi -red) disambut, kok. Kami dari PDI Perjuangan (PDIP) dan pendukung Ganjar-Mahfud, sayang kepada Pak Jokowi. Pada saat dia lewat, kami dadah-dadah ‘Pak Jokowi, kami dari Ganjar-Mahfud’. Menurut saya itu sapaan yang bagus, akrab, dan Pak Jokowi melambaikan tangan di situ,” ujar Ganjar.

Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Jateng, bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta dengan menggunakan pesawat kepresidenan. Rombongan kepresidenan tiba di Pangkalan TNI AU Adi Soemarmo Kabupaten Boyolali sekitar pukul 07:00 WIB.

Ganjar lantas menambahkan, iklim kompetisi pada saat perhelatan pesta demokrasi merupakan hal yang lumrah selama dilakoni dengan cara sehat.

“Tidak apa-apa. Kompetisi-kompetisi itu kami terbiasa, kok. Yang tidak boleh adalah yang tidak adil,” ucap Ganjar.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar juga menegaskan, dirinya belum mendapatkan informasi terkait kabar mengenai permintaan Presiden Jokowi untuk bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Dirinya menilai, kedua tokoh politik nasional itu memiliki waktu dan cara untuk berkomunikasi.

“Oh tidak, tidak. Belum tahu saya. Saya tahunya baca di media saja, media sosial. Ya tidak masalah, tinggal beliau berdua saja. Kan beliau berdua dulu sering bertemu, kok. Mungkin kalau sekarang tidak pernah bertemu, kita malah bertanya-tanya, kok tidak pernah ketemu, ya? Hanya pasti di antara beliau-beliau bisa berkomunikasi. Sama-sama sibuk, kan,” tutup Ganjar Pranowo. (Daniel)

Tinggalkan Balasan