Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Video The Dirty Vote Beredar di Masyarakat, Fadli Zon Sayangkan Penayangannya di Masa Tenang

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Video The Dirty Vote yang mengungkapkan sejumlah modus kecurangan pada Pemilu 2024 beredar YouTube dan dapat diakses secara gratis oleh masyarakat.

Merespons hal tersebut, Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Fadli Zon menyatakan, tidak ada hal yang baru dalam video tersebut.

“Saya sendiri baru menonton beberapa menit dari awal juga tidak ada yang menarik. Jadi ini hanya kompilasi dari masa lalu yang sudah lewat,” kata Fadli kepada para wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/2/2024).

Fadli sendiri mengapresiasi kehadiran video ini sebagai masukan bagi demokrasi, tapi seharusnya jauh hari sebelum hari tenang video tersebut ditayangkan.

“Kalau saya mengkritik Pemilu sejak tahun 2009, 2014, dan 2019. Kami sebenarnya menunggu para akademisi ini sejak 25 tahun yang lalu sebenarnya tapi lalu bunyi belakangan. Saya hanya menyayangkan mengapa film ini diputar di hari tenang, itu yang membuat orang jadi tidak tenang. Kalau saya tenang-tenang saja, tetapi maksud saya seharusnya dilakukan tidak perlu dipas-pasin jadi kesannya itu memang politis atau menunggu momentum politis. Seharusnya jauh-jauh hari melakukan edukasi dan literasi di masa-masa kampanye, dari sebulan atau 2 bulan yang lalu. Mengapa menunggu momentum di masa tenang, itu kan tidak bijak,” papar Ketua BKSAP DPR RI ini.

Menurut Fadli, sebenarnya kritik itu biasa saja, tapi dibandingkan dengan dirinya dulu yang mengkritisi pemilu, maka video itu tidak ada apa-apanya.

“Mereka waktu Pemilu 2019 kemarin mengkritik tidak saat 800 lebih petugas KPPS meninggal, kan tidak ada. Minta investigasi saja tidak, padahal dalam sebuah pemilu ada orang meninggal sampai 800-an. Tidak terdengar suara mereka. Jadi wajar kalau ada kesan aktivitas itu juga bermuatan politis dan itu sah-sah saja. Tetapi fungsi intelektual akademisnya penting untuk memberikan kritik dan perbaikan ke depan,” ujar Fadli.

Menurut Fadli Zon saat ini konsentrasi masyarakat adalah Pemilu 2024 yang tinggal 2 hari ke depan.

“Saya kira konsentrasi masyarakat saat ini adalah 2 hari ke depan dan masyarakat juga tidak mengerti arti “Dirty Vote”,” ucap Fadli.

Legislator asal Dapil Jabar 5 ini mengimbau untuk menyerahkan pemilu ini kepada rakyat karena rakyat yang akan menentukan.

“Suara tiap orang itu sama, suara Presiden dengan suara seorang petani sama, suara seorang akademisi/intelektual dengan seorang buruh pun sama. Jadi serahkanlah pada rakyat untuk memilih dan refleksi kedaulatan rakyat itu akan terlihat pada 14 Februari siapa yang akan dipilih rakyat sebagai pemimpin negara,” pungkas Fadli Zon. (Daniel)

Tinggalkan Balasan