Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Digelar Dinas KPKP DKI Jakarta, 80 Petugas Penyuluh Pertanian Dibekali Cara Sajikan Statistik Akurat

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Dalam upaya menghasilkan daya statistik pertanian yang akurat, sekitar 80 petugas penyuluh dibekali peningkatan kapasitas. Puluhan petugas dari Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta ini diajari memahami kesamaan persepsi agar penyusunan statistik yang dilakukan tidak melenceng dari standar baku.

Kepala Bidang Pertanian Dinas KPKP DKI Jakarta Mujiyati mengatakan kegiatan pembekalan dalam upaya meningkatkan kapasitas petugas data statistik pertanian, tanaman pangan dan holtikultura. “Sebanyak 80 peserta yang ikut kegiatan ini terdiri dari jajaran Satuan Pelaksana (Satpel) tingkat kecamatan, tenaga penyuluh lapangan dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas KPKP. Kegiatan ini untuk merefresh dan menyamakan persepsi para petugas agar bisa menghasillkan data statistik pertanian yang akurat,” ujarnya di kantor Dinas KPKP DKI Jakarta, Rabu (6/3).

Dijelaskan Muji, penyegaran materi dan penyamaan persepsi ini penting lantaran kerap terjadi mutasi, promosi serta rotasi tugas di lingkungan KPKP. Kemudian, tidak semua petugas yang baru menjabat itu memiliki latar belakang pertanian dan statistik. “Untuk itulah pembekalan ini diberikan kepada petugas yang sudah menguasai bidang statistik maupun petugas yang mengenalnya,” paparnya.
Nantinya, lanjut Muji, hasil pendataan petugas akan jadi dasar dalam pengambilan kebijakan. Karena itu, para petugas data statistik dimintanya cermat dan mengikuti seluruh kaidah statistik dalam membuat laporan. “Selain mengedukasi peserta, kegiatan ini juga bisa mencari solusi acuan pengisian laporan yang ditetapkan Badan Pusat Statistik (BPS) dengan indikator luasan area tanam sekitar 0,5 hektar untuk satu jenis tanaman. Sedangkan di DKI Jakarta banyak lokasi tanam yang tidak mencukupi indikator sehingga tidak tercantumkan dalam laporan BPS,” kata Muji.

Dicontohkannya, kegiatan menanam cabai memanfaatkan urban farming atau lahan sempit selama ini telah massif di berbagai wilayah memanfaatkan lahan terbatas. “Bila menyesuaikan dengan indikator laporan BPS terkait luasan area, data produksi cabai di DKI Jakarta tidak akan sampai satu ton pada 2023 lalu. Namun, kenyataannya aktivitas tanam cabai itu bisa memenuhi 10.1 persen kebutuhan keluarga. Makanya momentum ini sambil kita cari solusi, apakah bisa dilakukan penyesuaian laporan,” tegasnya

Salah satu pembawa materibyakni Statistisi Ahli Madya BPS DKI Jakarta Bambang Supriyono menjelaskan, agar bisa mencapai peningkatan kualitas data statistik ada sejumlah faktor yang perlu diperhatikan seperti aspek relevansi, akurasi, aktualitas data, aksesibilitas, aspek media serta aspek keterbandingan dan konsistensi data. “Sering kali akurasi data isian jumlah produksi dan harga ditemukan kurang tepat. Sebab itu, petugas diminta memastikan kepada sumber data tentang jumlah pasti produksi dan alokasi hasilnya, apakah untuk dikonsumsi sendiri atau dijual,” tandasnya. (Joko)

Tinggalkan Balasan