Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Seluruh Atlet Tapak Suci Ibelda Open Championship Terlindungi Program Jamsostek

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA : Ratusan atlet pencak silat Tapak Suci tampil dalam Even Ibelda (Ikatan Bela Diri Darel Azhar) Open Championship, Pondok Pesantren Modern Darel Azhar, Rangkasbitung, Lebak, Banten. Kegiatan tersebut dalam rangka peringatan 29 tahun pondok pesantren tersebut serta peringatan satu abad Pondok Modern Gontor,
Ratusan peserta tersebut dari perguruan Tapak Suci Jakarta, Bandung, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. ”Acara tersebut diikuti oleh 721 atlet pesilat Tapak Suci se-Jababodetabek dan semua atlet dan official dalam even Tapak Suci Ibelda Open Championship ini terdaftar sebagai peserta program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di kantor cabang kami,” ungkap Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Menara Jamsostek Mohamad Irfan, dalam keterangannya di Jakarta.
Menurut Irfan penyerahan kartu kepesertaan simbolis berlangsung di sela even yaitu di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar, Rangkasbitung. Mohamad Irfan mengatakan dengan terdaftar sebagai peserta maka para atlet dan official tersebut terlindungi oleh manfaat program Jamsostek.
Irfan mengatakan para atlet terlindungi dengan dua program dasar, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Seperti diketahui program JKK memberikan manfaat tanpa batas untuk memenuhi seluruh kebutuhan medis peserta yang mengalami kecelakaan kerja. Berapa pun biaya kebutuhan medis dan berapa lama penanganannya sudah menjadi tanggungan penuh BPJS Ketenagakerjaan.
Irfan mengatakan, pihaknya akan terus memperluas perlindungan program Jamsostek ke kalangan atlet pencak silat. Terutama karena atlet memiliki risiko cedera saat bertanding maupun berlatih. ”Sehingga para keluarga atlet atau klubnya sudah tidak perlu memikirkan biaya untuk mendanai pemulihan atlet yang cedera. Baik itu cedera ringan maupun cedera berat,” ungkap Irfan.
Menurut Irfan, para atlet yang sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan itu agar meneruskan iurannya secara rutin setiap bulan yang hanya Rp16.800. Hal itu untuk menjaga status kepesertaan selalu aktif sehingga manfaat perlindungan berlaku setiap saat. ”Agar lebih praktis, pembayaran iuran bisa langsung enam bulan atau bahkan satu tahun ke depan,” kata Irfan.
Irfan mengatakan pihaknya terus mengampanyekan secara masif perlindungan pekerja informal atau pekerja bukan penerima upah (BPU). Kampanye tersebut menggunakan tema ”Kerja Keras Bebas Cemas” (KKBC). Seperti perlindungan untuk atlet pencak silat kali ini terdaftar dalam kategori kepesertaan BPU. Harapannya, pekerja dapat bekerja keras tanpa kecemasan karena terlindungi program Jamsostek.
Termasuk untuk para atlet diharapkan akan totalitas dalam berlatih atau bertanding karena jika cedera sudah ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan. ”Dengan begitu cabang olahraga berpotensi untuk mencetak atlet-atlet profesional berprestasi,” ungkap Irfan.
Irfan mendorong seluruh klub maupun cabang olahraga mendaftarkan atlet, pengurus, serta pekerja yang terlibat di dalamnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. (Dani)

Tinggalkan Balasan