Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Berlaku Selama Ramadhan, Jam Kerja ASN Pemprov DKI Jakarta Antara Pukul 08.00 dan 15.00

JAKARTA: Selama Bulan Suci Ramadan, Pemprov DKI Jakarta mengatur jam kerja pegawai dari delapan jam menjadi tujuh jam. Ketentuan ini berlaku bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai honorer yang bertugas di seluruh kantor pelayanan, kecuali pelayanan kesehatan, ketertiban umum, dan lainnya yang harus standby 24 jam nonstop.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Maria Qibtya menjelaskan selama bulan Ramadan, Pemprov DKI Jakarta melakukan penyesuaian jam kerja ASN. “Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 21 Tahun 2023 dan Surat Edaran Kepala BKD Nomor e-0006/SE/2024 tentang Jam Kerja Selama Bulan Suci Ramadan Tahun 2024 M/1445 H, ASN di lingkungan Pemprov DKI Jakarta bekerja tujuh jam per hari. Jadi, kalau sebelumnya bekerja dari pukul 08.00-16.00, maka selama Ramadhan menjadi pukul 08.00-15.00,” kata Maria di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (14/3).

Adapun ASN yang bertugas di pelayanan langsung seperti Dinas Kesehatan, Satpol PP, Dinas Sosial, Dinas Gulkarmat, dan lainnya mereka diatur melalui kerja shif, supaya pelayanan yang berlangsung secara nonstop tiap hari, bisa berjalan dengan baik. “Saya yakin semua SKPD, mulai dari kelurahan, Kecamatan, walikota, dan balaikota bisa menyesuaikan kondisi kerja karena kebijakan ini sudah berlangsung sejak bertahun-tahun lalu,” paparnya.

Petugas BKD kemarin juga melakukan pemeriksaan jam kerja di seluruh SKPD sehubungan hari pertama masuk kerja usai libur panjang. Sebagaimana mana diketahui, selain dapat libur rutin dua hari yakni Sabtu dan Minggu, para ASN mendapat liburan lagi perayaan Hari Nyepi pada Senin lalu lanjut cuti bersama pada Selasa, sehingga total libur empat hari. Biasanya, usai libur panjang, ada sejumlah oknum ASN yang menambah liburan sendiri tanpa izin alias mangkir kerja. Untuk itulah BKD mengecek semua SKPD atas kehadiran pegawai pada Rabu kemarin.
Menururnya tingkat kehadiran ASN Pemprov DKI Jakarta pada hari pertama bekerja di bulan Ramadan pun terpantau tinggi. “Tingkat kehadiran ASN Pemprov DKI Jakarta mencapai 94,3 persen. Sebanyak 5,7 persen dinyatakan tidak hadir kerja. Adapun rinciannya, yakni sebanyak 3,62 persen ASN tidak hadir dengan surat keterangan sah, seperti cuti tahunan, cuti bersalin, cuti alasan penting, cuti sakit, dan keterangan lainnya. Kemudian, sebanyak 1,63 persen ASN yang tidak hadir bekerja tanpa keterangan. Untuk memastikan ketidakhadiran mereka, maka diperlukan verifikasi perangkat daerah terkait. Jadi, kita perlu verifikasi dulu,” ujar Maria.

Menurut Maria, apabila berdasarkan hasil verifikasi diketahui ASN tersebut tidak hadir tanpa keterangan yang sah, maka BKD DKI Jakarta akan memberikan sanksi sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. “Kami akan kenakan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku. Dengan tahapan, akan dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu terhadap ASN tersebut oleh atasannya langsung. Jika terbukti bersalah akan dikenakan sanksi hukuman disiplin, mulai dari teguran, pemotongan tunjangan, pelayanan pangkat, hingga rotasi jabatan,”kata Maria.
Ia menegaskan, BKD DKI Jakarta terus memantau kehadiran pegawai untuk memastikan pelaksanaan tugas berjalan sebagaimana mestinya. BKD DKI Jakarta menjamin tugas kedinasan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal selama bulan Ramadhan. “Tiap hari BKD DKI Jakarta melakukan monitoring terhadap kehadiran pegawai. Diharapkan, pelayanan publik kepada masyarakat dapat terus berjalan dengan baik,” tegasnya. (Joko)

Tinggalkan Balasan