Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Bahas Indikator RPJPD 2025-2045, Pemprov DKI Butuh Dana Rp 600 T untuk Wujudkan Jakarta Kota Global

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Pemprov DKI Jakarta butuh dana luar biasa besar untuk bisa mewujudkan sebagai kota global. Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Joko Agus Setyono memperkirakan anggaran yang dibutuhkan berkisar antara Rp 500 triliun dan Rp 600 triliun untuk masa pembangunan selama 20 tahun ke depan.

Hal itu dipaparkan Sekda Joko pada rapat forum pembahasan indikator Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045 yang dilaksanakan di gedung Balaikota DKI Jakarta dari Rabu ini hingga Senin pekan depan. Kegiatan tersebut diprakarsai Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta diikuti peserta dari sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Sekda Joko melanjutkan terdapat beragam tantangan dalam menyongsong Jakarta menuju kota global. Salah satunya, dukungan anggaran yang luar biasa besar. “Idealnya kebutuhan awal dalam memuwujudkan kota global berkisar antara Rp 500 dan Rp 600 triliun. Sedangkan keuangan APBD DKI Jakarta tiap tahunnya masih berkutat di kisaran Rp 80 triliun,” ungkapnya. Untuk itulah pentingnya pentingnya dilakukan pembahasan ini untuk merumuskan indikator RPJPD secara tepat. “Agar pembangunan Jakarta menuju kota global ke depan terarah dan terukur.

Menurutnya, penetapan indikator dan target itu juga nantinya akan menjadi dasar evaluasi dan ukuran realisasi target pelaksanaan pembangunan. “Saya harap kita semua dapat mengawal proses penyusunan dokumen indikator RPJPD 2025-2045. Ini penting untuk mewujudkan Jakarta menjadi kota global yang kompetitif,” tandasnya.
Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nurahmania mmenambahkan bahwa hasil dari pembahasan ini akan diakomodir dalam penyusunan RPJPD tahun 2024-2045. “Hal ini merupakan tantangan bersama dari seluruh SKPD untuk menyusun dan menyepakati indikator tersebut,” katanya. Menurut Atika, sebelum ini pihaknya juga telah melaksanakan beragam kegiatan terkait dengan penyusunan RPJPD. Rangkaian kegiatan itu dimulai dari FGD untuk mengupas isu strategis DKI Jakarta pada Oktober 2023 lalu hingga konsultasi publik pada Januari 2024 dan workshop pada Maret ini.

Dijelaskannya, forum pembahasan indikator RPJPD 2025-2045 akan membahas beragam isu terkait ekonomi, pemerintahan, kesra dan lingkungan hidup. Kegiatan ini juga dalam rangka menyamakan persepsi sehingga bisa menyepakati indikator dan target pembangunan. “Kami harap hasil diskusi akan mendorong Jakarta ke depan lebih progresif menuju kota global,” pungkasnya. (Joko)

Tinggalkan Balasan