Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

BPJS Ketenagakerjaan Grogol Sosialisasikan Perkembangan Layanan Terbaru Program Jamsostek

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Grogol menggelar sosialisasi perkembangan sistem penyelenggaraan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) secara online kepada perusahaan binaan.

Diharapkan perusahaan binaan tersebut dapat menyesuaikan diri dengan hasil pengembangan sistem yang ada.

”Peserta sosialisasi dari perusahaan kategori Prime kami, yaitu sebanyak 153 HRD atau PIC perusahaan,” ungkap Kabid Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Grogol Fajar Tri Utomo yang mewakili Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Grogol Rommi Irawan.
Menurut Fajar, sosialisasi tersebut membahas sejumlah materi. Antara lain, tentang tata cara akses login aplikasi JMO dan pengecekan saldo, tata cara penggunaan aplikasi SIPP (Sistem Informasi Pelaporan Perusahaan) online baru, kampanye gerakan Sertakan (Sejahterakan Pekerja Sekitar Anda), program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), serta Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
Fajar menyebut, terkait pengembangan aplikasi SIPP ada pengembangan fitur. Salah satunya terdapat menu Konfirmasi Piutang. Menu Konfirmasi Piutang ini dikhususkan bagi perusahaan dengan status menunggak untuk dapat melakukan pengkinian data tenaga kerja dan besaran upah. ”Hal ini agar pihak BPJS Ketenagakerjaan mendapatkan nominal tunggakan yang valid dan benar sesuai dengan informasi yang sudah diberikan oleh pihak perusahaan,” ungkap Fajar.
Saat ini melalui SIPP Online HRD/PIC dapat melakukan input perubahan data kepesertaan. Misalnya perubahan upah peserta, penambahan peserta karyawan baru, atau sebaliknya pengurangan peserta karena keluar atau meninggal dunia. BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Grogol juga berikan penekanan agar HRD/PIC berhati-hati dalam melakukan perubahan data peserta ini. Seperti menonaktifkan peserta yang meninggal dunia harus di bulan berikutnya setelah kejadian. Sebab kalau dinonaktifkan di bulan yang sama, maka dari sistem dapat membatalkan manfaat klaim Jaminan Kematian (JKM).
Selanjutnya Fajar menyatakan pihaknya mengajak peserta untuk mempraktikkan secara langsung dengan mengunduh dan menggunakan aplikasi JMO. Dalam aplikasi tersebut terdapat banyak fitur untuk peserta. ”Antara lain memantau perkembangan saldo JHT dan kami ajak langsung peserta untuk mendaftarkan pekerja rentan yang dikenalnya melalui aplikasi JMO,” ucap Fajar. (Dani)

Tinggalkan Balasan