Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Meski Dikritik Sejumlah Pihak, Pj Gubernur DKI Heru Tegaskan Razia Parkir Liar di Minimarket Jalan Terus

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menegaskan pihaknya tetap akan menertibkan kegiatan parkir liar. Meski oleh sebagian orang kebijakan ini dituding tidak manusiawi, namun sebaliknya banyak juga masyarakat yang resah oleh sepak terjang juru parkir yang tak ubahnya seperti preman.

“Penertiban juru parkir liar, terutama di titik-titik yang banyak dikeluhkan masyarakat, terutama kawasan minimarket tetap kami lakukan. Razia tetap jalan terus,” kata Heru usai melakukan kegiatan groundbreaking pembangunan RDF Rorotan di Kelurahan Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (13/5). Apalagi kawasan yang sering dijadikan tempat palak bagi kelompok preman seperti kawasan Masjid Istiqlal harus ditindak tegas, pelaku harus dibikin jera.

Diakuinya kebijakan penertiban parkir liar di minimarket dikritisi sejumlah pihak yang menilai Pemprov DKI kurang manusiawi. “Terlepas dari kritikan tersebut, nyatanya banyak sekali masyarakat yang mengeluhkan aksi perparkiran di minimarket dan mereka minta kepada Pemprov DKI untuk menertibkannya,” papar Heru.

Heru mengaku sudah memberikan perintah kepada Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk menertibkan secara kontinu. “Saya sudah perintahkan kepada Dishub untuk menertibkan secara manusiawi. Sebab kalau hal itu dibiarkan, maka kegiatan parkir liar makin merajalela dan sangat meresahkan masyarakat,” tandas Heru.

Sebagaimana diketahui, sejak pekan lalu Pemprov DKI Jakarta secara tegas menertibkan kegiatan parkir liar di minimarket dan sejumlah lokasi rawan lainnya. Pemprov DKI mengerahkan petugas gabungan dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Bina Marga, Dinas Pertamanan dan unsur TNI-Polri melakukan razia di kawasan minimarket. Juru parkir liar yang terkena razia langsung dikenakan sidang Tindakan Pidana Ringan (Tipiring) di tempat. Sesuai aturan Perda DKI, terpidana yang tidak mampu bayar denda dikenakan hukuman penjara. (Joko)

Tinggalkan Balasan