Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

WNA Tiongkok Lakukan Penambangan Emas Ilegal, Mulyanto Minta Pemerintah Bentuk Satgas Terpadu

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Terkait penggerebekan tambang emas ilegal di Kalimantan, Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mendesak pemerintah mengusut tuntas perkaranya.

Mulyanto mengimbau pemerintah harus menangkap pelaku serta semua beking yang memungkinkan terjadinya perbuatan ilegal ini.

Mulyanto menilai perbuatan melawan hukum yang dilakukan warga asing ini tidak mungkin terjadi tanpa beking oknum dalam negeri.

“Apalagi perbuatannya dilakukan di kawasan yang mudah diketahui masyarakat dan menggunakan peralatan berat. Perlu diusut aktor intelektual dan para bekingnya,” tegas Mulyanto kepada para wartawan, Rabu (15/5/2024).

Mulyanto mendesak pemerintah segera mewujudkan pembentukan satgas terpadu tambang ilegal yang sejak lama digembar-gemborkan.

Selain itu, lanjut Mulyanto, pemerintah juga harus mengangkat Dirjen Pertambangan definitif yang sudah lama kosong agar bisa melakukan pengawasan kegiatan penambangan di seluruh wilayah Indonesia.

“Pemerintah harus menjadikan peristiwa ini sebagai peringatan bahwa penambangan ilegal sudah sangat mengkhawatirkan. Pelakunya bukan hanya warga negara sendiri tapi juga warga negara asing,” ujar Wakil Ketua F-PKS DPR RI bidang Industri dan Pembangunan ini.

Mulyanto mengaku khawatir kasus seperti ini ibarat fenomena gunung es di mana yang terungkap baru puncaknya saja.

Sementara, tutur Anggota Baleg DPR RI ini di bawahnya masih banyak kasus lain yang lebih besar.

“Kalau itu terjadi maka menjadi wajar kalau terjadi fenomena kutukan SDA, di mana negara yang dikarunia Tuhan keberlimpahan SDA, tetapi tetap miskin bahkan hancur lingkungannya. Yang menikmati justru orang asing, yang mengeruknya secara ilegal,” tukas Legislator asal Dapil Banten 3 ini.

“Dengan begitu cita-cita konstitusi tidak pernah tercapai, di mana SDA dikuasai negara dan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Ini sungguh ironis,” tandas Mulyanto. (Daniel)

Tinggalkan Balasan