Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

BPJS Ketenagakerjaan Ceger Tawarkan Kepesertaan PU dan BPU untuk UMKM

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Ceger menyosialisasikan program perlindungan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) untuk kelompok UMKM. Kegiatan kolaborasi dari sejumlah pihak tersebut berlangsung di Tempat Kumpul Kreatif (TKK) Centex, Ciracas, Jakarta Timur.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut sejumlah nara sumber dari Grab, Bank DKI, dan PTSP Kelurahan Ciracas. Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Ceger Dewi Manik Imannury, mengatakan dalam sosialisasi tersebut pihaknya memperkenalkan program Jamsostek untuk kelompok pekerja formal atau penerima upah (PU) dan kelompok pekerja informal atau bukan penerima upah (BPU).
”Untuk kelompok UMKM biasanya kami sosialisasikan kepesertaan bukan penerima upah atau BPU terutama untuk pekerja mandiri dengan skala usaka mikro. Namun sosialisasi kali ini kami tawarkan juga untuk kepesertaan formal atau penerima upah (PU), itu karena banyak juga peserta yang hadir dari kalangan UMKM yang naik kelas dengan omzet bisnis yang terus berkembang,” ungkap Dewi.
Dewi mengungkap, di kelompok kepesertaan BPU setidaknya pekerja dapat terlindungi oleh program perlindungan dasar yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), dengan iuran hanya sebesar Rp16.800 per orang per bulan. Peserta BPU juga berhak memiliki Jaminan Hari Tua (JHT) Rp20 ribu per bulan. ”Sehingga dengan memiliki program JKK, JKM, dan JHT dengan iuran Rp36.800 per bulan,” kata Dewi.
Sedangkan untuk kelompok peserta PU memiliki program yang paling lengkap. Yaitu mulai dari JKK, JKM, JHT, JP (Jaminan Pensiun), dengan bonus JKP (Jaminan Kehilangan Pekerjaan). Untuk kepesertaan PU juga memiliki manfaat layanan tambahan (MLT) yang tidak ada di BPU. ”Salah satu contohnya adalah manfaat layanan tambahan perumahan murah. Peserta dari kelompok PU ini mendapat fasilitas perumahan terjangkau, mulai dari KPR, pinjaman uang muka, dan pinjaman renovasi rumah dengan bunga yang disubsidi oleh BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Dewi.
Menurut Dewi, saat ini kepesertaan PU tidak hanya bisa dimiliki oleh perusahaan-perusahaan besar saja. Tetapi kelompok UMKM juga berhak memilikinya. ”Asalkan memenuhi syarat formal yaitu usaha yang dijalaninya memiliki dokumen perizinan resmi yang disahkan oleh pemerintah seperti contohnya izin usaha mikro kecil (IUMK) dan minimal pemberi kerja memiliki sedikitnya dua orang pekerja atau karyawan,” kata Dewi.
Sehingga dengan sosialisasi tersebut UMKM mendapat pilihan untuk bergabung di kelompok PU atau BPU program Jamsostek. ”Apa pun pilihannya yang paling penting adalah para pelaku UMKM ini segera mendaftar peserta BPJS Ketenagakerjaan agar mendapatkan perlindungan risiko kerja berlaku saat sejak tenaga kerja terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” kata Dewi.
Sebab, risiko aktivitas kerja tak dapat diprediksi kapan datangnya. Apabila peserta mengalami kecelakaan kerja akan memperoleh tanggungan pemulihan seluruh kebutuhan medis tanpa batasan biaya sampai pekerja sembuh dan sampai kembali bekerja. Begitu pula jika peserta meninggal karena kecelakaan kerja maka ahli waris berhak mendapat manfaat santunan senilai 48 kali upah yang terdaftar.
Sedangkan jika peserta meninggal dunia bukan kecelakaan kerja, ahli waris akan mendapat manfaat santunan Rp42 juta. (Dani)

Tinggalkan Balasan