Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Edukasi Program Jamsostek Sasar Pengunjung HBKB di Jakarta Barat

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk menggelar Edukasi Layanan dan Manfaat Program BPJS Ketenagakerjaan pada kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jakarta Barat. Kegiatan tersebut sebagai upaya mempercepat perluasan perlindungan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) di kalangan masyarakat pekerja.”Target sosialisasi adalah masyarakat yang mengunjungi HBKB di Jakarta Barat yang kali ini berlangsung di Wilayah Puri Kembangan,” ungkap Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Grogol Rommi Irawan Makagiansar. Menurut Rommi, sosialisasi tersebut menyatu di sela kegiatan Pemkot Jakarta Barat dan instansi terkait di lokasi HBKB.
”Sosialisasi kami wujudkan dalam bentuk dialog, testimoni peserta BPJS Ketenagakerjaan, penyerahan santunan manfaat BPJS Ketenagakerjaan, serta bagi-bagi doorpize di atas panggung dengan menggunakan pengeras suara yang disediakan oleh panitia HBKB,” ujar Rommi. Selain itu pihaknya menyediakan stand untuk layanan pendaftaran, konsultasi, pengecekan dsb.
”Kami juga kerahkan petugas kami dan agen-agen Perisai berkeliling berdialog langsung dengan pengunjung HBKB dan mengajak untuk mendaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Rommi. Menurut Rommi, sasaran utama dalam sosialisasi kali ini adalah kelompok pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) atau pekerja informal. Salah satunya adalah pelaku UMKM yang banyak dijumpai di lokasi HBKB.
Rommi mengatakan, untuk kelompok pekerja BPU dapat mengikut dari dua program perlindungan dasar yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM). Kedua program itu dengan iuran rutin dengan biaya terjangkau yaitu per bulannya hanya Rp16.800 per orang.
Dengan iuran semurah itu, JKK, memberikan manfaat pemulihan kecelakaan kerja tanpa batas. Seluruh kebutuhan medis dalam pemulihan kecelakaan kerja menjadi tanggungan BPJS Ketenagakerjaan tanpa batasan biaya dan tanpa batas waktu. Jika peserta meninggal karena kecelakaan kerja, ahli waris mendapat santunan senilai 48 kali upah yang terdaftar.
Begitu pula jika meninggal bukan karena kecelakaan kerja, ahli waris mendapat santunan Rp42 juta. ”Manfaat yang lebih besar lagi yaitu adanya manfaat layanan tambahan beasiswa. Dua anak peserta yang meninggal dunia atau cacat permanen akibat kecelakaan kerja berhak mendapat manfaat beasiswa. Cakupan beasiswa mulai dari anak usia TK hingga lulus perguruan tinggi,” ungkap Rommi.
Menurut Rommi selain JKK dan JKM, di kategori BPU juga ada Jaminan Hari Tua (JHT). Dirinya menyarankan, sebaiknya atlet sekalian menabung melalui program JHT. Apalagi JHT selama ini adalah program paling favorit peserta program Jamsostek. Karena sejauh ini program JHT terbukti memberikan bagi hasil pengembangan yang lebih besar dari bunga deposito perbankan komersial.
Jika dengan JHT, maka iuran per bulannya tinggal ditambah Rp20 ribu, sehingga setiap orang membayar Rp36.800. ”Jika ingin menabung yang lebih besar boleh. Tinggal sesuaikan pendaftaran iuran dalam tabel kelompok BPU,” sebut Rommi. (Dani)

Tinggalkan Balasan