Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Mulyanto: BRIN Harus Bijaksana Relokasi Para Pensiunan dari Rumah Dinas

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto meminta Kepala BRIN Laksana Tri Handoko lakukan dialog dengan pensiunan BRIN yang melakukan demo penolakan pengosongan rumah dinas di Puspiptek, Serpong, Banten.

Mulyanto meminta Kepala BRIN mengambil kebijakan yang manusiawi dan menghargai jasa para pensiunan tersebut, yang tidak lain adalah para ilmuwan di masanya.

“Mereka sebelumnya adalah para ilmuwan peneliti dan perekayasa yang mengabdi kepada negara hingga pensiun di BRIN. Tentu ini harus dihormati dan dihargai,” kata Mulyanto kepada para wartawan, Selasa (21/5/2024).

Mulyanto menyarankan, untuk mencari solusi hal ini maka harus dilakukan dialog dari hati ke hati.

“Ilmuwan tersebut harus diwongke dengan kerahiman yang layak. Jangan seperti pepatah, habis manis sepah dibuang,” ujar Wakil Ketua F-PKS DPR RI bidang Industri dan Pembangunan ini.

Mulyanto prihatin dengan nasib dan kesejahteraan para ilmuwan serta peneliti, baik yang masih aktif, apalagi yang sudah pensiun.

“Pemerintah harus sungguh-sungguh memperhatikan nasib mereka bila pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi ingin maju!,” tegas Anggota Baleg DPR RI ini.

Menurut Legislator asal Dapil Banten 3 ini, perlakuan pemerintah kepada pensiunan ilmuwan dan peneliti ini tentu dicermati oleh ilmuwan dan peneliti yang masih aktif dan menjadi pembelajaran bagi mereka.

“Perlakuan yang kurang baik terhadap para pensiunan ilmuwan dan peneliti tentu dapat melemahkan semangat para ilmuwan dan peneliti muda di bawahnya,” tandas Mulyanto.

Sebelumnya diberitakan ratusan pensiunan ilmuwan dan peneliti melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor BRIN, Serpong, Banten. Mereka menolak rencana pengosongan rumah dinas BRIN yang akan dilakukan mulai pekan ini.

Mereka menolak pindah karena BRIN dianggap mengabaikan hak-hak yang harusnya mereka dapatkan pasca-purna bakti sebagai ilmuwan dan peneliti BRIN. (Daniel)

Tinggalkan Balasan