Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Perkaya Literasi Naskah Kuno, Dispusip DKI Gelar Eksplanasi Bagi Para Santri yang Hobi Menulis Buku

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Sebanyak 100 peserta yang terdiri dari kalangan santri, pimpinan pondok pesantren, wali santri, dan para penggiat naskah kuno mengikuti workshop Ekspedisi Literasi Naskah Kuno Indonesia (Eksplanasi). Kegiatan yang diprakarsai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta berlangsung di kantornya kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/5).

Workshop bertema ‘Pengembangan Koleksi Budaya Etnis Nusantara dengan Peningkatan Kemampuan Literasi Naskah Kuno Bersanding Secara Digital’ menghadirkan narasumber yaitu penulis Saiful Falah dan ahli filologi Rias Antho Rahmi Suhardjo.

Kepala Dispusip DKI Jakarta Firmansyah mengatakan, Program Eksplanasi juga merupakan pemberdayaan dan pelestarian terhadap naskah-naskah kuno yang berasal dari warisan nusantara. “Inisiatif ini ditujukan untuk merangkul semangat penulis-penulis muda dan berbakat dari kalangan akademisi maupun masyarakat umum untuk menggali intisari pengetahuan dari naskah kuno,” kata Firmansyah.

Sementara itu, Kepala Bidang Deposit dan Pengembangan Perpustakaan Dispusip DKI Jakarta, Eka Nuretika menyampaikan, kegiatan ini merupakan amanat dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. “Juga tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2014 bahwa dalam rangka penyimpanan, perawatan, pelestarian dan pemanfaatan kekayaan naskah Nusantara, perlu dilakukan pendaftaran naskah kuno Nusantara kepada Perpustakaan Nasional dan atau melalui Perpustakaan Provinsi. “Jadi, upaya ini sekaligus untuk menyelamatkan naskah dari ancaman bahaya,” ujar Eka.

Diharapkan para peserta Workshop Eksplanasi dapat menyadari pentingnya pelestarian naskah kuno sebagai bagian dari identitas budaya bangsa, mengembangkan koleksi naskah kuno etnis Nusantara melalui partisipasi aktif masyarakat, serta memperluas pengetahuan dan apresiasi terhadap kekayaan warisan budaya Indonesia. “Para penulis akan lebih kaya wawasan melalui kegiatan ini,” tutup Eka. (Joko)

Tinggalkan Balasan