Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Dipindahkan Sesuai Domisili, Dinas Dukcapil DKI Telah Hapus 213.831 NIK Warga Luar Jakarta

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Pemprov DKI Jakarta hingga saat ini telah menonaktifkan atau menghapus 213.831 Nomor Induk Kependudukan (NIK) milik warga yang sudah tidak lagi tinggal di Jakarta. Mereka dipindahkan sesuai tempat domisili masing-masing yang umumnya sekitaran daerah penyangga Bodetabek.

Dari 213.831 NIK yang diblokir secara permanen maupun sementara, terdapat sekitar 42 ribuan warga meninggal dunia. Dari NIK yang dihapus juga terdapat 1.170 orang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di kantor pemerintah di Jakarta, termasuk Pemprov DKI. Penonaktifan NIK terhadap ASN ini menunjukkan bahwa Pemprov DKI tidak pandang bulu dalam menertibkan administrasi kependudukan (Adminduk) yang menimbulkan pro dan kontra dari berbagai pihak.

Hal itu disampaikan Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono saat menghadiri acara silaturahmi bersama jajaran Dinas Dukcapil DKI Jakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/5). Pada kesempatan itu. Heru mengapresiasi inovasi dan prestasi yang telah dihadirkan untuk melayani kebutuhan masyarakat.

Heru menuturkan, Kota Jakarta sedang bertransformasi menjadi kota global dan pusat perekonomian nasional yang maju, berdaya saing, serta berkelanjutan. “Oleh karena itu, peningkatan kualitas ASN di lingkungan Pemprov DKI perlu berinovasi terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk penertiban Adminduk. Semoga sinergi yang terjalin di lingkungan internal Dinas Dukcapil dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik lagi,” ujar Heru.

Heru menilai seluruh warga Jakarta saat ini telah merasakan pelayanan yang cepat dan mudah dalam pengurusan Adminduk, termasuk layanan perekaman KTP pemula. “Harapannya, pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan dan dijaga kualitasnya, termasuk penertiban NIK harus berlanjut demi melindungi warga Jakarta,” pesannya.

“Saya ingin jajaran Dinas Dukcapil untuk terus mengembangkan kompetensi diri selayaknya SDM kota global, perkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang maju dan berdaya saing, terutama dalam pelayanan di bidang Adminduk,” pungkas Heru.

Kepala Dinas Dukcapil Budi Awaluddin menambahkan upaya penonaktifan NIK disambut baik oleh daerah penyangga. “Alhamdulilah, program ini disambut baik oleh jajaran Dukcapil di wilayah Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Bodetabek). Mereka senang dengan penertiban itu karena warga yang semula bertahan pakai KTP DKI kini harus pindah sesuai domisili sehingga memudahkan proses pendataan,” kata Budi.

Selain itu masyarakat juga sudah mulai teredukasi dengan baik program penataan dan penertiban dokumen kependudukan ini. “Untuk pendataan pemindahan warga, saat ini sudah memasuki tahap kedua dengan jumlah 130 ribu warga dinonaktifkan sementara, sehingga totalnya mencapai 213.831 warga, termasuk 42 ribuan kasus meninggal dunia,” jelas Budi. (Joko)

Tinggalkan Balasan