Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Direktur Lemkapi Edi Hasibuan: Tersangka Pegi Bantah Terlibat Kasus Vina adalah Hak Dia

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), Edi Hasibuan ikut angkat bicara terkait kasus pembunuhan Vina Cirebon. Ia menilai pengakuan terbaru Pegi Setiawan alias Perong

yang membantah dirinya terlibat
hingga menjadi otak kasus pembunuhan Vina tersebut merupakan hak dia.

“Kalau soal bantahan Pegi yang mengaku tidak bersalah di dalam dugaan pembunuhan Vina di Cirebon, sebenarnya tidak perlu dipersoalkan. Tapi polisi harus melawannya dengan bukti ilmiah,” kata Edi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (28/5). Menurut mantan Anggota
Kompolnas ini menambahkan bahwa pengakuan tersangka Pegi, patut dan harus dihormati penyidik Polda Jawa Barat (Jabar) yang menangani dugaan kasus
pembunuhan Vina di Cirebon.

Meski begitu, menurut Edi, pihak penyidik pun harus siap
menghadapi bantahan tersebut dengan bukti-bukti hukum yang bisa
dipertanggungjawabkan secara
hukum. “Kalau tersangka Pegi
membantah ya biarkan saja. Pegi
yang menolak sebagai pelaku, juga tidak apa apa. Sebab, hal itu adalah sepenuhnya hak tersangka, tapi polisi juga punya hak menghadirkan bukti hukum,” ungkap Edi yang juga mantan wartawan koran Pos Kota.

Selanjutnya, ditekankan Edi bahwa pembuktian hukum itu bukan hanya semata pengakuan. Tapi, penyidik juga harus dapat membuktikannya berdasarkan fakta-fakta hukum di lapangan. “Bahwa di dalam proses hukum, alat bukti yang sah secara hukum sesuai Pasal 184 KUHP
adalah keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk dan keterangan
terdakwa,” jelas Edi.

Menurutnya tentu polisi tidak boleh hanya mengandalkan pengakuan saja, tapi siapkan bukti-bukti lain yang bisa dipertanggungjawabkan
secara hukum,” ucap dosen pascasarjana Universitas Bhayangkara Jakarta.

Tentang masih adanya tersangka lain yang bahkan masih dalam status DPO, kata Edi, tetap menjadi ‘PR’ polisi kepada masyarakat. “Jadi, jangan karena sulit ditangkap, lalu polisi dengan mudah menjelaskan bahwa sudah menghapusnya. Kenapa? Karena, polisi harus bekerja secara hukum,” harapnya.

Pada bagian lain, ditambahkan Edi, pemecahan kasus Vina di Cirebon
tersebut sangat penting bagi institusi Polri untuk menjaga kepercayaan
masyarakat. “Kami paham bahwa itu mungkin bagian dari strategi penyidikan agar pelaku cepat terangkap,” pungkas Edi. (Joko)

Exit mobile version