Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Cegah Kecelakaan Berulang Saat Study Tour, Komisi V DPR Harap Semua Kendaraan Lakukan KIR

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Dalam 2 tahun terakhir ini, ada 15 kecelakaan yang terjadi pada saat study tour siswa/siswi sekolah. Yang paling menyedot perhatian adalah: SMK Lingga Kencana, SMA Negeri Sidoarjo, ada juga rombongan pramuka asal Ciamis, dan SMPN 3 Depok.

Dalam tinjauan Komisi V DPR RI, data kecelakaan di atas terlihat ada beberapa kejadian penyebab, di antaranya: sopir yang kurang kompeten yang mengakibatkan kecelakaan, kemudian ada kondisi bus yang tidak layak pakai. Dari 67 bus yang sempat diperiksa oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) atau Dinas Perhubungan (Dishub), ada 12 bis yang masa berlaku KIR-nya habis dan ada 9 bis yang tidak diperpanjang, bahkan palsu.

Demikian disampaikan Anggota Komisi V DPR RI Syahrul Aidi Mazaat saat menjadi narasumber Diskusi Dialektika Demokrasi bertema “Meningkatkan Keselamatan Transportasi Study Tour” di Ruang PPIP, Gedung Nusantara 1, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/6/2024).

Komisi V DPR RI sendiri, sebut Syahrul, merupakan mitra dari Kemenhub.

“Oleh karenanya setiap terjadi kecelakaan apalagi yang melibatkan bus yang sedang melakukan study tour, kami selalu mengawasi tentang alat transportasinya. Busnya bagaimana pengawasannya, begitu juga dengan sopirnya, kelayakan sopir, dan kemudian alat keselamatan jalan ya, keselamatan jalan rambu-rambu keselamatan jalan,” tutur Syahrul.

Sebetulnya, beber Syahrul, sudah beberapa regulasi diterbitkan, di antaranya Peraturan Menteri (Permen) yang mewajibkan setiap kendaraan angkutan wajib untuk dilakukan KIR.

“Nah hanya saja saya melihat antara tingkatan kebijakan ini nih belum begitu kuat. Ya apa namanya koordinasinya,” ujar Syahrul.

Syahrul menyayangkan, siapa yang akan melakukan KIR serta pengawasan dan seterusnya tidak diketahui dengan pasti, sehingga hukumannya juga tidak jelas

“Hukuman bagi KIR mobil kendaraan yang tidak melakukan KIR ada enggak ancaman dicabut izin trayeknya, atau izin izin perusahaannya, baru hanya memberikan denda dalam sifat apa namanya ditahan mobilnya atau dia harusnya lebih berat daripada itu,” imbuh Syahrul.

Syahrul sendiri berharap adanya kesadaran perusahaan yang lalai di sini langsung di beri sanksi.

“Kemudian dari data-data ini menyadarkan kita semua bahwasanya memang perlu pengawasan kita bersama, ini baik kelayakan busnya, kita menemukan juga ada bis yang kemudian di rekayasa. Ya ditambah ininya Kir tidak sesuai dengan standar awalnya, nah ini juga tentu mengakibatkan kerawanan kecelakaan pada bus tersebut,” beber Syahrul.

Syahrul juga berharap, masukan dari berbagai pihak mengenai mode transportasi serta keberadaan transportasi mengenai apa kebijakan yang harus diambil.

“Kira-kira kebijakan yang bisa dibantu dorong Komisi V untuk dilaporkan,” saran Syahrul.

“Kita semua harus memperkecil angka kecelakaan ini, kita belum berbicara tentang kecelakaan secara umum ya ini khusus kecelakaan bagi rombongan study tour,” tuntas Syahrul Aidi Maazat. (Daniel)

Tinggalkan Balasan