Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Mulyanto Kecewa Pemerintah Terlalu Lembek Tindak WNA Pelakunya Tambang Emas Ilegal

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto geram dengan sikap lembek pemerintah menghadapi WNA pelaku tambang emas ilegal di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Mulyanto mendesak aparat penegak hukum menindak tegas dan mengusut tuntas aktor intelektual di belakangnya.

“Pemerintah jangan bersikap longgar terhadap kasus-kasus seperti ini. Padahal baru saja di Kalimantan ditangkap beberapa orang WNA Tiongkok kasus tambang ilegal emas yang secara terang-terangan menggunakan alat berat dan melibatkan sebanyak 80 orang, di mana sebagian TKA tidak memiliki visa kerja,” kata Mulyanto kepada para wartawan, Selasa (11/6/2024).

Mulyanto menyayangkan kejadian yang sama ditemukan lagi di Sulteng.

“Ini menandakan kejahatan penambangan emas ilegal oleh WNA Tiongkok memang terkoordinasi dan terencana,” ujar Wakil Ketua F-PKS DPR RI bidang Industri dan Pembangunan ini.

Karena itu Mulyanto meminta aparat penegak hukum mengungkap secara jelas modus dan kerugian negara yang terjadi.

“Aparat penegak hukum jangan menutup-tutupi besaran kerugian negara. Harus segera dihitung, kalaupun masih berupa angka perkiraan kasar,” tegas Mulyanto.

Menurut Mulyanto, hal ini penting, agar publik dapat terus mengawal pengungkapan kasus ini secara tuntas.

“Ini kan kasus yang mencederai kedaulatan SDA nasional kita,” tutur Anggota Baleg DPR RI ini.

Mulyanto juga meminta agar pembentukan Satgas Tambang Ilegal yang sudah lama digadang-gadang agar segera dituntaskan.

Mulyanto menyebut pemerintah harusnya memiliki sense of crisis dan memprioritaskan pembentukan Satgas Tambang Ilegal ketimbang bagi-bagi IUPK untuk Ormas Keagamaan.

“Masalah di depan mata tidak segera dituntaskan, namun malah membuat masalah baru,” tandas Mulyanto. (Daniel)

Tinggalkan Balasan