Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Mulyanto Minta Pemerintah Alokasikan Anggaran Memadai untuk Subsidi bagi Rakyat

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Terkait subsidi energi dalam APBN 2025, Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mendesak pemerintah mengalokasikan anggaran memadai agar penerapannya tidak sulit saat pelaksanaan di tahun berjalan.

Mulyanto minta distribusi dan pengawasannya juga ditingkatkan untuk memastikan ketepatsasarannya.

Mulyanto meminta BPH Migas ditugaskan dalam mengawasi pendistribusian maupun pengawasan LPG 3 kg bersubsidi.

“Kami minta agar volume untuk LPG 3 kg subsidi ditambah menjadi dari 7.15 juta M ton menjadi 8.2 juta M ton. Namun catatan pentingnya jangan sampai volume yang meningkat ini larinya kepada pengoplos,” kata Wakil Ketua F-PKS DPR RI ini saat rapat kerja dengan Menteri ESDM, Rabu (19/06/2024).

Mulyanto melihat banyaknya modus penyelewengan LPG bersubsidi, salah satunya ialah timbangan tabung yang tak sesuai takaran.

“Jadi tidak bisa sistem distribusi dan pengawasan BBM dan LPG bersubsidi dilakukan seperti ini terus. Modus tahun ini meningkat, ada yang timbangannya berkurang dan lain-lain,” ulas Mulyanto.

Untuk itu, Mulyanto meminta Kementerian ESDM melibatkan BPH Migas mengawasi distribusi LPG 3 kg bersubsidi agar pendistribusiannya lebih tepat sasaran.

“Saya baca dalam SK Menteri bahwa Menteri ESDM memberikan penugasan dengan cara ‘tunjuk langsung’ kepada Pertamina terkait penyediaan, pendistribusian dan pengawasannya LPG 3 kg bersubsidi. Ini rawan ya, karena antara penyedia dan pengawas satu lembaga,” ujar Anggota Baleg DPR RI ini.

Mulyanto pun mengusulkan agar BPH Migas ditugaskan untuk pengawasan gas LPG bersubsidi ini agar semakin hari semakin baik distribusi dan pengawasannya.

Lebih lanjut, Legislator asal Dapil Banten 3 ini menyoroti kasus terbakarnya gudang LPG di Denpasar beberapa waktu hingga menewaskan setidaknya 17 orang.

“Sudah LPG bersubsidi lari kepada pengoplos, gudang terbakar dan meninggal belasan orang. Itu yang terjadi di Denpasar. Ini kasus luar biasa,” tandas Mulyanto. (Daniel)

Tinggalkan Balasan