Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Peluang Anies Menang Pilkada Jakarta 2024 Kecil bila Berpasangan dengan Sohibul Iman

Oleh: Jamiluddin Ritonga *)

PKS resmi mengusung pasangan Anies Baswedan dan Sohibul Iman pada Pilkada Jakarta 2024.

Keputusan PKS itu telah menutup Anies untuk memilih pasangannya. Anies dipaksa harus menerima Sohibul menjadi calon wakilnya dalam Pilgub Jakarta 2024.

Di satu sisi, keputusan PKS itu akan lebih memberi kepastian bagi Anies untuk dapat maju pada Pilkada Jakarta 2024. Sebab, PKS dengan 18 kursi tinggal mencari satu partai lagi, maka Anies akan dapat tiket maju menjadi cagub Jakarta 2024.

Hanya saja, Anies seperti disandera oleh PKS untuk berpasangan dengan Sohibul. Anies harus menerima Sohibul Iman apa adanya.

Padahal, Sohibul belum tentu diterima partai lain. NasDem dan PKB bisa saja menolak Sohibul karena nilai jualnya yang masih rendah.

NasDem dan PKB bisa saja mengajukan kadernya yang lebih menjual dari pada Sohibul. Hal ini tentu akan menyulitkan Anies karena sudah dikunci PKS.

Jadi, pilihan menerima Sohibul dapat menjadi simalakama bagi Anies. Dimakan bisa aman dengan PKS, tapi bisa tidak aman dengan NasDem dan PKB. Sebaliknya, tidak dimakan akan aman dengan NasDem dan PKB tapi bermasalah dengan PKS.

Selain itu, bila Anies berpasangan dengan Sohibul maka elektabilitas pasangan ini akan sulit terkerek. Pasalnya, Sohibul akan sulit mengerek elektabilitasnya. Hal ini tentunya akan menyulitkannya mengerek elektabilitas pasangannya.

Hal itu tentu mengingatkan Pasangan Anies saat Pilpres 2024. Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang sejak awal elektabilitasnya sangat rendah justru menjadi beban bagi Anies. Cak Imin meningkatkan elekrabilitasnya saja tidak mampu. Karena itu, wajar saja kalau Cak Imin tak mampu mendongkrak elektabilitas Anies.

Belajar dari kasus pasangan Anies di Pilpres, dikhawatirkan akan dialami Anies pada Pilkada Jakarta 2024. Sohibul dikhawatirkan tidak mampu mendongkrak elektabilitasnya, apalagi membantu meningkatkan elektabilitas Anies.

Kalau hal itu terjadi, maka peluang Anies menang tidak terlalu besar. Apalagi bila Ridwan Kamil maju di Jakarta, maka peluang Anies menang bisa menjadi kecil.

Karena itu, PKS tampaknya perlu realistis untuk tidak mematok wakil Anies harus Sohibul. PKS idealnya membebaskan Anies memilih wakilnya yang dapat mendongkrak elektabilitasnya. Hanya dengan begitu peluang Anies menang lebih besar. (Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul dan Dekan Fikom IISIP 1996-1999 *)

Tinggalkan Balasan