Deprecated: Creation of dynamic property WpBerita_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home2/jakartane/public_html/wp-content/themes/wpberita/inc/class-wpberita-breadcrumbs.php on line 26

Terkait Pembatasan BBM Bersubsidi, Mulyanto Ingatkan Luhut Tak Asal Bicara

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto meragukan pernyataan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan yang menyebut pemerintah akan melaksanakan pembatasan penjualan BBM bersubsidi mulai 17 Agustus 2024 mendatang.

Mulyanto tidak yakin dengan kebenaran pernyataan itu karena sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyampaikan pembatasan distribusi BBM bersubsidi akan dijalankan pada tahun 2025, sebagaimana tercantum dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal tahun 2025.

Karena itu, Mulyanto menilai ucapan Luhut sekedar pemanasan isu dan tidak serius.

Wakil Ketua F-PKS DPR RI itu minta Luhut jangan asal bicara kebijakan yang bukan wewenangnya karena akan membingungkan masyarakat yang sedang berupaya bangkit dari keadaan yang sulit ini.

“Wacana ini kan sudah lama berkembang, karena diketahui terjadi ketidaktepatsasaran yang memicu ketidakadilan dalam distribusi BBM bersubsidi, di mana orang kaya atau mobil mewah kedapatan masih banyak yang menggunakan BBM bersubsidi,” kata Mulyanto kepada para wartawan, Rabu (10/7/2024).

Padahal, lanjut Mulyanto, BBM bersubsidi ditujukan untuk masyarakat miskin dan rentan, namun kenyataannya pemerintah mengambil sikap pembiaran.

“Sementara Pertamina proaktif dengan aplikasi MyPertamina yang melakukan pembatasan penjualan BBM bersubsidi di lapangan. Padahal ini kan aksi korporasi yang tidak ada dasar hukumnya,” ujar Anggota Baleg DPR RI ini.

Legislator asal Dapil Banten 3 ini menyoroti ketidaktepatan sasaran dalam pendistribusian BBM bersubsidi yang masih terjadi, di mana kendaraan tambang, industri dan perkebunan yang semestinya tidak menggunakan BBM ini, ternyata di lapangan diketahui masih menggunakan BBM ini.

“Jadi pemerintah wajib menertibkan soal distribusi BBM ini dengan merevisi Perpres terkait agar semakin berkeadilan,” tandas Mulyanto. (Daniel)

Tinggalkan Balasan